22 November 2011

It's Positive!

Diposting oleh Rini Andarstuti di 8:38:00 AM 0 komentar Link ke posting ini

Melanjutkan artikel sebelumnya dengan judul: Aku Mengandung kali ini adalah catatan harian seorang calon ibu... :)

Puji syukur kepada Yang Maha Besar Allah.
Semoga keselamatan selalu kepada Yang Mulia Muhammad Rasul Kita. Amiiin...
Saya mengandung.
Kali ini bukan perencanaan, namun kenyataan, insyaAllah.
Hari itu Jumat pagi tanggal 4 November 2011 saya dan suami melakukan tes urine dengan sebuah test-pack HCG yang saya beli di apotik. Seusai solat subuh kami bergegas membuktikan kebenaran atas firasat hati: saya merasa mengandung.


Ketika test-pack dicelupkan, disebutkan bahwa butuh sekitar 3 menit untuk mendapat hasilnya, kami memperhatikan pergerakan dengan teliti.
Muncul satu garis merah.
Beberapa detik kemudian muncul satu lagi garis merah. Dua. Dua garis merah terpampang jelas pada test-pack, dan itu berarti: it's positive!

Agak tidak percaya melihatnya.
Melihat dua garis merah seperti itu adalah anugerah. Terlebih menanti kehadirannya 9 bulan ke depan benar-benar sebuah perjuangan panjang.
Saya melihat suami dan hanya bisa tersenyum bingung: apa yang harus kita lakukan selanjutnya dengan ini hubby??
My hubby says: besok kita ke dokter, sayang....

Keesokan harinya kami ke dokter kandungan dan melakukan USG, kata dokternya...iya ini sudah mulai terbentuk kantung kehamilan. Kalo sehat, diperkirakan lahir pada bulan Juli tahun depan ya bu.

Alhamdulillah. I'm pregnant. It's about 2 weeks.

Mungkin suami saya sudah pantas menjadi ayah.
Lelaki baik, penyabar, bisa mengayomi.
Lalu saya? Sepertinya akan semakin banyak yang saya persiapkan sejauh ini selain mempersiapkan pertumbuhan calon bayi kami.

Saya berharap dia terlahir sehat nantinya. Tidak terlalu penting apakah dia laki-laki atau perempuan. Kehadirannya adalah buah cinta ditengah berbagai ujian hidup. Mungkin juga sebagai pelipur duka atas himpitan keadaan. Saya akan mencintainya, sebagaimana suami saya mencintai kami.

Di sela segala kesibukan kerja...saya terkadang membisikkannya: bersabarlah anakku...perjuangan kita panjang, please be strong like your mom...i will solve it as soon as possible, for you...four your beloved father.

21 November 2011

My Dear Fad: Singkat-Padat-Jelas

Diposting oleh Rini Andarstuti di 10:45:00 AM 2 komentar Link ke posting ini
Bismillahirrahmanirrahim..

Ini tulisan pertama sejak saya menikah tanggal 22 September 2011 lalu. Tidak ada yang luar biasa dalam pernikahan itu, selain kenyataan bahwa saya menikah dengan lelaki yang sangat baik yang tidak pernah saya sangka bahwa cintanya begitu besar kepada saya setelah pernikahan kami.

Tidak banyak cerita sebelum ini yang mendeskripsikan tentangnya, maka kali ini saya ingin membuat kenangan atas perjalanan saya yang singkat-padat-jelas untuk bertemu dengannya, suami saya.
Kami bertemu untuk pertama kalinya pada bulan April 2011, saya ingat...kala itu Kamis sore yang berhujan. Bukan momen yang cukup romantis, terlebih ada banyak orang di sana dan saya turun sepeda motor dengan jas hujan pink ngejreng, anyway...his smile meaning a lot... :)

Entah bagaimana hingga akhirnya kami dekat, namun tetap saja jarang bertemu...berhubung kota kami berjarak sekitar 60km. Komunikasi seperlunya via sms itu cukup membuat kesepakatan bahwa saya harus bertemu keluarganya.Maka akhir Juni 2011 dia mengajak saya menemui keluarganya yang notabene berjumlah belasan orang...saya kaget...karena saya sendiri hanya terdiri dari 5 orang personil di rumah, sedangkan saat ini saya seorang diri harus bertemu dengan belasan ibu-ibu (mbak-mbak maksudnya) dan bapak-bapak yang belum pernah saya kenal sama sekali, bagaimana mau kenal...bertemu dengan sodara mereka saja (suami saya) jarang sekali.

Lalu awal Juli giliran dia yang saya ajak menemui orangtua saya. Dan pada akhir Juli keluarganya datang ke rumah melamar saya untuk pertama proses. Singkat sekali perputaran waktu ini. Jika dikilas balik, saya hampir tidak percaya bahwa saya sudah menikah. Pertama kali lamaran ke rumah, yang datang sekitar 6 orang, namun calon suami saya tidak ikut...hanya keluarganya saja.

Awal September datang utusan untuk proses lamaran (hantar seserahan) kedua kalinya, kali ini tidak tanggung-tanggung...saya keringat dingin melihat jumlah yang hadir...sekitar 40 orang keluarganya di datangkan ke rumah saya.
Jadi waktu itu di rumah sangat ramai....serasa akad nikah betulan, keluarganya 40-an orang, keluarga saya 20-an, tetangga sekitar 10 orang....
Bedanya dengan akad nikah adalah: calon suami saya lagi-lagi tidak ikut hadir.. :)


Pembicaraan ttg tanggal, waktu, dan lokasi akad pun dibicarakan...ditetapkan akan dilangsungkan di masjid di Sekarbela, tanggal 22 September 2011 pukul 07.00 malam.
Itu tinggal sebentar lagi. Dan saya sangat bingung bagaimana mengkoordinasikan segala kegiatan dalam keadaan saya dan calon suami hampir tidak pernah bertemu. Kami sudah 2 minggu tidak saling tahu kondisi masing-masing secara nyata. Tapi, bismillah saja...niat baik pasti dimudahkan Allah.

Tiba-tiba semua menjadi merah jambu ketika pagi itu saya bangun sejak menginap di rumah keluarga di Kekalik dan menyadari bahwa hari ini adalah tanggal 22 September: "i will marry this night..."
Namun seperti saya biasanya, tidak ada persiapan yang terlalu spesial...saya tidak ke salon berminggu-minggu sebelumnya untuk perawatan pra-nikah, saya tidak mengoleksi kosmetik-kosmetik komplit untuk berhias setiap hari, saya tidak melakukan diet atau olahraga apapun...semua biasa saja. Hanya mempersiapkan mental dan komitmen bahwa saya akan segera menjadi istri. Hari pernikahan itu memang penting, namun seperti kata sahabat saya...hari-hari sesudah itu lah yang jauh lebih penting.

Karena ajakan saudara, saya akhirnya berangkat ke salon pagi itu untuk sedikit luluran, yaah...saya pikir tidak ada salahnya sesekali memanjakan diri untuk menyambut suami nanti. Kami di salon sejak pukul 09.00 sampai pukul 13.00 hanya untuk sekali luluran, wow...sama sekali bukan hobi saya... :)

Siang menjadi sore. Bagian tata rias salon pesanan calon suami saya datang ke rumah saudara tempat saya menginap tersebut. Dandan-mendandan pun dimulai. Tik.tok.tik.tok waktu berputar hingga magrib. Selesai.
Berulang kali calon suami saya menelepon menanyakan kesiapan keluarga saya untuk dijemput ke lokasi acara. Wah...sebentar lagi pukul 07.00, saya mulai gelisah. Calon suami bilang: sebentar lagi iring-iringan keluarga saya dari sini akan datang ke sana menjemput Rini dan keluarga. Saya bertanya: berapa orang yang akan kemari? Katanya: kurang tau, sepertinya puluhan mobil.

Tidak lama suasana di jalan menjadi ramai, sangaaat ramai. Ini pertama kalinya saya melihat langsung penjemputan pengantin sebanyak ini, ada seratus orang di halaman, bahkan lebih. Saya tidak bisa menghitungnya. Kata mereka: ini kepala iringannya baru sampai rumah Rini, ekornya masih di sana belum berangkat. Entahlah...sepertinya seluruh masyarakat Sekarbela dikeluarkan untuk acara ini. Dan saya sangat menghargai itu.

Sesampai di sana saya lagi-lagi belum bertemu calon suami saya, ini sudah hari ke sekian belas saya tidak bertemu dengannya, tidak tau seperti apa wajahnya sekarang, tidak tau apakah dia pucat atu tidak. Saya hanya duduk di rumahnya menanti kedatangan mereka dari masjid lokasi akad nikah. Saya dan seluruh keluarga yang perempuan duduk sambil berbincang sedikit. Sedangkan yang laki-laki ke masjid semua. Tidak lama...sekitar 20 menit menunggu di rumah....calon suami saya datang dan kami bertemu untuk pertama kalinya lagi sambil berkata: "sudah sah...sekarang boleh salaman".

It's like a miracle.

Semua berlangsung begitu cepat, secepat yang Allah mau. Dan saya sampai saat ini sangat bersyukur bahwa Allah menjodohkan saya dengannya: my dear Fadlulloh.

 

::Hanya usaha untuk membuat kenangan... Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez