28 Juni 2012

Surat Kedua untuk Pekan Kesatu

Diposting oleh Rini Andarstuti di 9:06:00 PM 1 komentar Link ke posting ini
Bismillah.... Alhamdulillah.... Subhanallah....
Telah lahir putra kami tercinta: Mohammad Naufal Assajad, pada hari Senin 28 Rajab 1432H atau 18 Juni 2012 pukul 23:50 wita di Mataram. Dengan penuh sukacita hadirnya melengkapi bahagia atas syukur kami, semoga menjadi pelengkap ibadah kami, pelipur lara, penghibur hati dalam senyumnya, pengabdi dalam seluruh usianya.

Telah lahir, telah hadir, buah hati tertampan yang barangkali bagi orang tampak biasa saja....tapi tentu berbeda bagi setiap orangtua atas anaknya.. :)


Tidak terasa, sudah 8 bulan menjelang 9 bulan dia berada di dalam kandungan, rahim yang kokoh. Tiba-tiba "memaksa" keluar ingin melihat dunia di saat waktu perkiraan belum genap juga. Dokter dan ahli kesehatan memperkirakan Naufal kecil akan lahir tanggal 10-12 Juli 2012...jadi sebagai orangtua kami masih "agak santai" mengingat waktu tersebut masih sebulan lagi. Namun tiba-tiba Ahad siang tanggal 17 Juni muncul tanda-tanda bahwa aku akan melahirkan, hanya saja bidan mengatakan: itu biasa..pada kehamilan tua. Tanpa berkata bahwa persalinan akan semakin dekat, setidaknya kurang dari 48 jam lagi. 

Senin pagi "ketidaknyamanan" perut semakin jelas, aku berpikir ada yang salah kah dari makanan yang aku makan kemarin, atau aktivitas yg aku lakukan kemarin, atau apa atau apa...semua terpikirkan satu persatu di sela-sela mulas yang menjadi-jadi. Karena tidak tahan, siangnya aku kembali ke bidan dan ternyata sudah bukaan 1. Diperkirakan akan melahirkan nanti malam. Kaget? Tentu saja! Aku bisa dibilang belum siap untuk melahirkan secepat ini, seharusnya masih ada waktu setidaknya 3 minggu lagi untuk mempersiapkan mental. Persiapan untuk menyambut kehadiran seorang bayi pun masih setengah, seadanya. Semua serba setengah...namun aku meyakinkan diri bahwa mental tidak boleh setengah.

I'll be a mother, today!! Menjelang isya aku kembali ke rumah bidan tadi setelah sebelumnya disuruh pulang untuk istirahat dan memperbanyak jalan kaki. Datang ke sana ternyata baru bukaan 2, tapi sakitnya sudah tidak tertahankan. Aku tidak bisa membayangkan seperti apa sakitnya nanti ketika angka meningkat dari 2-3-4 hingga 10??? Diperkirakan lagi bayi akan keluar jam 2 dini hari. Astaghfirullah....dari jam 8 sampai jam 2 itu butuh berapa ratus menit? Sementara tiap detik dalam kondisi seperti betul-betul luar biasa. 

Namun...karena kuasa Allah, alhamdulillah semua itu teratasi dengan mudah. Seperti lupa segala sakit sebelumnya ketika Naufal kecil diletakkan persis di atasku. Kecil, mungil, masih penuh dengan sisa-sisa peninggalan dalam rahim. Tangis awalnya kencang, namun berubah lirih ketika kudekap....anakku...ini anakku...yang setiap saat aku bawa kemana-mana menyambut hari, yang ikut berjuang dalam setiap proses kehidupan, yang ikut merasakan kegembiraan menjadi diri sendiri, yang tumbuh dan berkembang di dalam rahimku: Lelaki Tampan ku.

Kehadirannya di dunia disambut hujan lembut yang mengguyur Kota Mataram yang semula kering meranggas, semoga pertanda bahwa berkah Allah benar-benar tercurah atas kelahiranmu, anakku. Mohammad Naufal Assajad. 
Jadilah mulia dalam hidup dan matimu, seperti Muhammad rasul kita. 
Jadilah dermawan dalam ilmu dan hartamu. 
Jadilah ahli sujud, seperti harapan kami padamu. 
Lelaki tampanku, aku mencintaimu dan ayahmu....semurni-murninya cinta. 
Karena hadirmu mampu mencairkan segala yang beku. 
Mengubah caci-maki menjadi doa. 
Menyulap terjauh menjadi terdekat. 
Menghadirkan merah jambu dalam tiap gurat wajahmu yang manis bagi siapa saja yang memandang. Akhirnya: selamat datang dalam hidup kami....buah hatiku. 
Mari bersama-sama mengejar surga, Allahumma ammiiin....
 

::Hanya usaha untuk membuat kenangan... Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez