15 Desember 2009

Because You Loved Me

Diposting oleh Rini Andarstuti di 8:43:00 PM 0 komentar

For all those times you stood by me,
For all the truth that you made me see,
For all the the joy you bought to my life,
For all the wrong that you made right,
For every dream you made come true,
For all the the love I found in you...
I'll be forever thankful,

You were the one who held me up, never let me fall...
You were the one who saw me through, through it all.
You were my strength when I was weak.
You were my voice when I couldn't speak.
You were my eyes when I couldn't see.
You saw the best there was in me...
Lifted me up when I couldn't reach.
You gave me faith coz you believe,

I'm everything I am because you loved me....


-dedicated for all the parents in this world-

Muharram Tiba: Ada Apa Dengannya?

Diposting oleh Rini Andarstuti di 6:31:00 PM 0 komentar

Sekarang tanggal 28 Dzulhijjah. Sebentar lagi Muharram…
Bulan yang juga bernama bulan Suro ini (nama versi masyarakat Indonesia) konon adalah bulan yang sebaiknya tidak melakukan hajatan di dalamnya, kenapa? Karena nanti apes, sial…gitu.
Tapi coba kita berbagi , ada apa dengan bulan ini?

Tahun ini, tanggal 1 Muharram atau 1 Suro itu kebetulan bertepatan dengan malam Jumat Kliwon menjelang tanggal 18 Desember. Yup! Komplitlah ketakutan orang-orang yang masih percaya mitos bahwa itu merupakan hari keramat. Entah ada apa…katanya:
1. Ratu Laut Selatan sedang hajatan, jadi manusia g boleh hajatan.
2. Bulan ini adalah bulan sial sehingga tidak boleh bepergian.
3. Identik dengan horor.

Sejarahnya, pada tanggal tersebut 10 Muharram terjadi peristiwa pembunuhan Husein (anak Ali bin Abi Thalib) oleh Yazid I (anak Muawiyah). Bagi kaum Syiah (pengikut Ali), bulan Muharram ini, atau tepatnya tanggal 10 Muharram tersebut merupakan hari penuh duka cita. Jadi pada tanggal ini mereka melakukan ritual 'duka cita' tersebut dengan perayaan meyiksa diri sendiri. Bisa jadi, pemikiran kaum Syiah yang seperti ini yang sedikit demi sedikit masuk dalam pemikiran masyarakat Indonesia sehingga menganggap bahwa bulan ini merupakan bulan penuh duka cita dan kesialan, dan kesialan tersebut harus dibuang dengan cara 'menyiksa' diri mereka sendiri melalui berbagai ritual khas daerah seperti: ruwatan, ngurban kepala kerbau untuk dibuang ke laut, memandikan benda keramat, dll… (saya g tau seluruhnya).

Mari kita kaji sedikit, sebuah hadits Abu Qatadah Radiyyallahu Anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Sallallahu alaihi Sallam bersabda : "Aku berdo’a pada Allah bahwa puasa pada hari Asyura dapat menebus dosa tahun yang lalu." Riwayat Imam Muslim, Al-Jami'-Us-Sahih II/2602.

Hari Asyura ialah hari kesepuluh di bulan Muharam, dimana pada hari ini telah terjadi peristiwa yang sangat besar yakni ditenggelamkannya Fir'aun beserta kaumnya dan ditolongnya Nabi Musa 'alaihissalam beserta kaumnya. Maka hari itu adalah hari dimenangkannya Al Haq dan dihancurkannya kebathilan, pada hari itu pula Nabi Musa 'alaihissalam berpuasa sebagai tanda syukur kepada Allah.

Jadi, amalan yang utama di bulan ini antara lain:
1. Disunnahkan memperbanyak puasa di bulan ini terutama pada tanggal 10 Muharram. Namun, untuk membedakan kita dengan umat Yahudi yang juga berpuasa pada tanggal ini, maka Rasulullah saw. menyarankan kita berpuasa pada tanggal 9+10 atau 10+11, ngerti kan maksudnya? (HR. Muslim)
2. Tidak berbuat zalim, baik besar ataupun kecil. (QS.At-Taubah 36)

Tuh kan, Rasulullah aja menyebutkan keutamaan bulan ini, lalu mengapa kita berusaha meyelisihi beliau? Sudahlah…cukuplah "sami'na wa ato'na" kita persembahkan untuk Allah dan Rasulnya saja, maka segala kebaikan yang lain…ketaatan yang lain insyaAllah akan ngikut dengan niatan seperti itu. Okay? Wallahu'alam…saya juga awam. Menulis, untuk mengingat dan diingatkan di kemudian hari…

Diambil dari berbagai sumber dengan editan seperlunya.
Semoga bermanfaat ^^

07 Desember 2009

"Semua Ada Masanya"

Diposting oleh Rini Andarstuti di 8:49:00 PM 0 komentar

Banyak waktu luang belakangan ini membuat saya berpikir kembali, mengingat kembali...sudah hampir menua saja usia saya. Hmmm...banyak yang berubah kata orang. Dan saya merasakan itu. Entahlah perubahan apa yang mereka lihat, mungkin lebih baik, mungkin juga sebaliknya. Namun semua itu tidak jauh dari usaha saya untuk mengubah segalanya....

Well, banyak yang telah terjadi tahun ini, dan tahun-tahun sebelumnya. Mengapa membahas ini? Ingin mengenang? Tidak. Karena ini adalah masa akhir tahun. Saya tidak suka dengan kenangan yang tidak ingin saya kenang. Apapun itu, saya bisa menghapusnya dengan cepat. Kata sebagian orang, itu adalah tindakan ekstrim. Tapi tidak bagi saya, itu adalah cara terbijak yang mungkin saya lakukan. Namun, untuk hal-hal penting dalam hidup saya...akan terkenang selamanya, insya Allah.

Semua ada masanya....Masa ketika saya benar-benar keras kepala dan tidak suka diatur. Bagi saya kala itu, alasan-alasan yang tak saya sukai tak akan bisa saya terima. Semua harus berjalan seperti yang saya mau, bukan seperti yang orang lain mau. Karena saya sudah memperhitungkannya dengan matang, jadi gunakanlah cara saya. Yup! Pemikiran egois anak muda yang baru kenal dunia... :)

Semua ada masanya....Masa ketika saya beranjak SMA, yang dengan itu adalah tanda bahwa saya sudah berhak atas diri saya. Saya tidak nakal seperti remaja lainnya memang, dan saya tidak pernah menjalani kehidupan seperti itu. Tapi, saya kala itu adalah remaja yang persahabatannya terbatas pada orang-orang tertentu saja. Bukan, bukan alasan sosial atau apa, tapi lebih kepada kenyamanan. Bagi saya, dunia saya adalah dunia saya dan teman-teman saya saja...tidak ada tempat untuk orang baru. Keterbatasan di masa muda yang indah... :)

Semua ada masanya....Masa ketika saya tumbuh menjadi pribadi 'aku' yang tak boleh diusik. Saya tidak suka mengusik kehidupan orang lain, kecuekan saya sudah mencapai level tinggi mungkin, hehehehe...maka dari itu, saya sangat tidak suka diganggu ketika masa damai seperti ini. Lagi-lagi...masa yang penuh kenangan... :)

Semua ada masanya....Masa ketika saya pertama kali hidup terpisah dari orang tua. Anyway, saya memang keras kepala, saya pintar menyimpan segalanya...tapi saya tidak pernah berbohong pada orang tua saya. Ini yang selalu saya jaga. Masa-masa awal kuliah adalah pembelajaran abadi atas arti hidup. Ketika tak ada yang dekat, ketika semua harus dikerjakan sendiri, ketika diberi kepercayaan penuh untuk itu....dan ketika semuanya rawan antara 'benar' dan 'salah'.

Saya mengenang, saya mengingat, lalu saya tau, dan saya berubah....Harus ada yang berubah memang! Mungkin saya bukan orang yang masuk dalam kriteria Rasulullah untuk selalu berubah setiap hari, saya belum bisa begitu. Tapi saya ingin selalu berubah, mungkin dalam skala minggu, bulan, atau bahkan tahun....Mau kemana hidup saya ini???

Memang, sampai sekarang masih tersisa fosil-fosil masa lalu saya, sikap saya, sifat saya, gaya saya, cara saya, dan pemikiran saya yang tidak akan berubah. Inilah karakter! Saya tak bisa mengubahnya...karena mengubah sikap tidak sama dengan mengubah sifat.

Saya masih seperti dulu...lebih senang diam di rumah dan mendekam di kamar saya. Saya tidak suka keramaian dan terjebak di antara orang-orang yang tidak saya kenal. Saya lebih suka mematung di antara mereka tanpa menyumbangkan sepatah katapun. Saya tidak suka persahabatan pamrih. Ada banyak teman yang sangat saya hargai sampai saat ini karena kesetiaan mereka menjadi teman saya, dan karena penerimaan mereka yang luar biasa! Saya tidak suka kegiatan fisik yang banyak menguras tenaga saya. Lebih baik berpikir tentang planing daripada berkeliaran tak jelas tujuannya.

Dan akhirnya, semua ada masanya...ketika nanti saya bertambah tua dan akan mengenang dunia, tapi ingin yang tergores disana adalah tinta emas perjalanan kita...menyambut usia. Bersemangatlah sahabatku!!!

With Love,

-Rini Andarstuti-

19 November 2009

Nasa Bantah Ramalan Maya!!!

Diposting oleh Rini Andarstuti di 8:04:00 AM 0 komentar

Isu dunia bakal kiamat pada 2012 karena akan ditabrak planet Nibiru, yang menghebohkan dunia termasuk Indonesia gara-gara film yang mulai diputar pekan ini, dibantah lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA.

Film "2012" mulai diputar pekan ini di seluruh dunia, termasuk Jakarta, dengan kisah kehancuran dunia pada 2012 akibat kedatangan planet raksasa Nibiru.

Pemasaran film itu dibuat dengan sangat spektakuler dan menyakinkan, termasuk membuat situs palsu "Institute for Human Continuity" yang telah menilai ancaman kelangsungan hidup manusia selama 25 tahun.

Sejumlah infotainment di Indonesia pun dengan semangat bercerita tentang keberadaan planet Nibiru yang bakal menghantam dunia pada 2012. Mereka, seperti dalam film, juga mengkaitkan dengan kalendar Maya yang bakal memasuki akhir masa--seperti akhir tahun di kalender bangsa lain--pada 2012.

Akibat kepanikan ini, lembaga antariksa yang dianggap paling bagus di dunia, NASA, mendapat ribuan surat mempertanyakan kebenaran planet Nibiru itu. Begitu banyak pertanyaan sampai akhirnya NASA membuat situs khusus yang membantah bakal ada bencana besar pada 2012.

Dalam situs resminya, NASA mengatakan isu kiamat 2012 itu dimulai karena Nibiru--planet yang disebut ditemukan bangsa Sumeria--sedang bergerak ke arah Bumi. Saat berada di dekat bumi itu, kehadirannnya membuat bencana besar.

Bencana ini, oleh peramalnya, semula disebut akan terjadi pada Mei 2003. "Tapi saat kiamat tidak terjadi saat itu, tanggal digeser menjadi Desember 2012," ungkap NASA.

Dongengan Nibiru ini kemudian digabung dengan cerita bahwa kalendar suku Maya akan berakhir pada akhir 2012. Menurut NASA, kalendar Maya memang sangat panjang dan berakhir pada 2012. Tapi kalendar itu tidak berbeda dengan kalendar Masehi yang berakhir 31 Desember dan mulai lagi pada 1 Januari. Jadi, nantinya kalendar Maya berakhir 2012 itu akan mulai lagi tanggal satunya.

Dalam teori kiamat itu, juga disebut bahwa posisi bumi, matahari, dan pusat galaksi Bima Sakti bakal dalam satu garis lurus. Menurut NASA, "Setiap Desember, Bumi dan matahari dalam satu garis lurus dengan pusat Galaksi Bima Sakti tapi kejadian tahunan itu tidak ada dampak apapun."

NASA juga menambahkan soal teori planet bernama Nibiru, Planet X, atau Eris yang akan mendekati bumi dan menciptakan bencana. Dalam situs resminya, NASA mengatakan, "Niburu dan cerita tentang planet yang mendekat itu bualan Internet." Nasa mengatakan tidak ada dasar fakta yang menjadikan cerita itu dipercaya.

"Jika Nibiru atau Planet X itu nyata dan bergerak menuju Bumi pada 2012, astronom akan bisa melacak setidaknya sejak 10 tahun lalu dan sekarang sudah bisa terlihat dengan mata telanjang," katanya.

Satu-satunya yang agak benar adalah soal Planet Iris. Tapi itu planet kecil seperti Pluto dan terus bergerak di garis orbit di luar. Ia tidak mendekati bumi.

Teori lain yang diributkan adalah poros bumi akan berpindah. Menurut NASA, tidak mungkin rotasi bumi berbalik arah putaran.

Soal bumi bakal dihantam oleh komet atau asteroid raksasa, menurut NASA, memang mungkin terjadi. Tapi, pada 2012 tidak ada tanda-tanda. Jika ada asterorid raksasa atau komet bakal menabrak, manusia akan melihat bertahun-tahun sebelumnya.

Tabrakan besar benda langit dengan bumi terjadi pada 65 juta tahun silam dan mengakibatkan dinosaurus punah. NASA selalu mengamati jika ada benda langit berbahaya. "Kami sudah memastikan tidak ada asteroid berbahaya sebesar yang memunahkan dinosaurus," ungkap NASA.

Soal badai matahari besar pada 2012? NASA mengungkapkan bahwa setiap 11 tahun ada badai matahari besar dan kadang menyebabkan kerja satelit terganggu. Tapi satelit sekarang sudah sanggup menghadapi badai matahari. Yang jelas, ungkap NASA, "Tidak ada risiko khsusu terkait 2012."

Badai matahari berikutnya bakal terjadi pada sekitar 2012-2014 dan itu badai matahari biasa. "Tidak berbeda dengan badai yang sebelumnya ada," ungkap NASA.

diambil dari : TEMPO Interaktif

Kiamat pasti akan datang, tapi tetap saja...tidak akan ada yang tahu pasti kapan waktunya... Wallahu'alam.

19 Oktober 2009

Mata Duitan di Mata Saya

Diposting oleh Rini Andarstuti di 12:13:00 AM 1 komentar

Terkenal sudah, Rini-Duitan.
Di keluarga, di temen-temen, di sebagian besar orang-orang yang berkecimpung dalam dunia saya. Heheheehe....Kayak ada yang bilang "aku alergi UDANG tapi gak alergi UANG", lalu saya menambahkan "aku alergi GAK PUNYA UANG".

Membicarakan uang adalah hal yang sensitif. Lebih sensitif dari sekedar pembicaraan cinta atau perasaan-perasaan kaula muda yang sedang patah hati. Ini tentang uang. Yang memang bukan segala-galanya di dunia ini, tapi segala-galanya membutuhkan uang. Yah...akhirnya mengangkat tema : Mata Duitan di Mata Saya. Sebagai usaha meluruskan salah kaprah masyarakat (ciiieh) tentang uang.

"Zuhud itu lebih baik."
Memang. Zuhud itu utama. Sederhana. Melepaskan dunia ketika kita sudah mendapatkannya, kita mampu mendapatkannya. Tapi, apakah zuhud berarti harus miskin? Bukan begitu. Cari saja diliteratur manapun, tidak ada garis lurus antara menjadi zuhud dengan menjadi miskin.

Saya terobsesi menjadi orang kaya memang. Harus kaya, bukan sekedar ingin kaya. Karena yang kaya lebih punya kekuatan untuk mengajak. Yang kaya lebih punya kekuatan untuk mengubah. Yang kaya lebih punya kekuatan untuk membagi. Yang kaya lebih punya kekuatan untuk menyejahterakan umat.
Karena itulah duit penting buat saya. Bukan. Bukan. Bukan berarti saya matre....

Sekali lagi, mari ubah pola pikir kita. Jadilah mata duitan! Bukan mata duitan yang senang mendengar kata UANG untuk kemudian dihamburkan, bukan begitu. Tapi mata duitan yang begitu mendengar kata UANG langsung terbersit "aku harus mendapatkannya untuk keperluan yang lebih besar, untuk ibadah yang lebih besar!"
Mencari uang sama dengan bekerja untuk dunia....dan kejarlah dunia itu seakan kau akan hidup selamanya. Bagi saya, begitulah mata duitan. Bukan anak-anak matre yang senang menghamburkan uang orang tuanya, bukan wanita-wanita matre yang senang belanja ke mall dengan uang suaminya. Bukan pejabat-pejabat matre yang senang dengan uang banyak tanpa peduli dari mana jalannya.
Harta itu menjadi makanan, menjadi darah, menjadi daging, maka janganlah susun ia dari sesuatu yang haram. Kalau tubuh ini penuh dengan barang haram, apa lagi yang bisa kita andalkan untuk berdoa?

Dimana ada bisnis, di situ ada saya. Itulah image yang ingin saya bangun selama ini :)
Membangun image itu perlu (pelajaran dari seorang pengamat finansial), agar saya melekat di hati orang-orang, hehehe.
Di hati keluarga sudah cukup melekat image "Rini-Duitan, gak mau ngeluarin duit banyak-banyak!"
Di hati teman "Rini-Duitan, sedikit-sedikit bisnis."

Bagaimana di hati anda?? ^^

15 Oktober 2009

Nggak Usah Sekolah, Beli Sapi Aja!!!

Diposting oleh Rini Andarstuti di 12:23:00 PM 0 komentar

The Most Inpiration-Article for Me...
Dikutip dari buku : GURU GOBLOK ketemu MURID GOBLOK


-Nggak Usah Sekolah, Beli Sapi Aja!!!-

Kisah ini terjadi di warung kaki lima sekitar masjid kampus ITS. Selepas sholat Jumat, Pak Rohim (Tokoh-1) langsung menelepon saya (Tokoh-2). Memang masjid kampus ITS cukup besar sehingga walaupun sama-sama berada di masjid, belum tentu bisa ketemu. Suara dari handset di seberang menginformasikan posisi di depan tempat wudhu dan saya pun meluncur ke sana.

Begitu ketemu, acara berikutnya adalah makan di warung kaki lima tidak jauh dari tempat wudhu. Bagi saya, makan kali ini adalah nostalgia belasan tahun silam. Tempat inilah yang sering menjadi tempat cangkruk semasa aktif menjadi pengurus masjid Manarul Ilmi kampus ITS.

Sambil menunggu gado-gado, Pak Rohim ngobrol dengan empat mahasiswa yang kebetulan duduk di depannya. Setelah berbasa-basi beberapa saat, pertanyaan-pertanyaan finansial pun meluncur.

"Berapa kebutuhan uang kuliah dan biaya hidup sebulan?", selidik Guru (Pak Rohim).

"Yaa...sekitar 700 ribu." Jawab sang mahasiswa.

"Semua dikirim oleh orang tua?"

"Yaa...begitulah...."

"Nah...dengan kebutuhan bulanan seperti itu, berarti dalam setahun tidak kurang dari Rp 8 juta digunakan untuk biaya kuliah. Bila lulus selama lima tahun maka uang Rp 40 juta akan melayang. Pertanyaan saya, mewakili orang tua kalian...kapan duit itu akan kembali....?"

Walaupun tidak siap mendapatkan pertanyaan seperti itu, Guru menambahkan lagi kebingungan si mahasiswa.

"Mewakili orang tuamu...coba jawab pertanyaan ini...lebih menguntungkan mana uang sebesar 40 juta : digunakan untuk menyekolahkan kamu atau membeli sapi?"

Saya pun menimpali, 40 juta bisa dibelikan delapan ekor sapi betina yang tiap tahun akan beranak satu ekor. Dengan demikian dalam waktu lima tahun minimal akan ada 40 ekor anak sapi. Ditambah 8 induknya, total akan ada 48 ekor sapi. Itupun tanpa menghitung bahwa anak sapipun pada usia sekitar satu tahun akan menjadi induk sapi yang juga akan beranak. Dengan demikian perhitungan 48 ekor sapi adalah perhitungan dnegan pendekatan pesimis.

Dengan 48 ekor sapi, para orang tua mahasiswa ini akan bisa hidup santai. Tiap tahun dalam kondisi normal akan menerima kelahiran 48 ekor sapi. Tiap bulan sekitar 4 ekor. Untuk keamanan, tidak usah dihitung 4 ekor. Ambil separuhnya saja yaitu 2 ekor anak sapi tiap bulan. Yang 2 lagi utnuk cadangan biaya-biaya dan resiko-resiko. Masuk akal kan?

Bila seekor sapi senilai Rp 5 juta, maka tiap bulan orang tua sang mahasiswa akan menerima Rp 10 juta. Pertanyaan selanjutnya...kapan mahasiswa yang telah "mengambil" delapan induk sapi mampu mengembalikan uang dari orang tuanya senilai Rp 10 juta perbulan?

Mahasiswa tadi mengelak. Ia katakan bahwa dirinya akan mengembalikan uang sekolah tadi bukan kepada orang tuanya, tapi kepada anaknya kelak.

Mendapatkan bantahan dari mahasiswa ini, Guru menjelaskan, "Itulah sikap mental yang menjadikan negeri kita ini tidak maju-maju. Ketika ditunjukkan tanggung jawab yang lebih baik, memilih mengelak dengan membuat alibi-alibi. Menyekolahkan anak adalah sebuah kewajiban yang tidak bisa dianggap sebagai membayar utang kepada orang tua yang telah membayar uang sekolah kita."

"Apakah seandainya kamu tidak dikuliahkan orang tuamu, kamu juga tidak akan mau membayar uang kuliah anak-anakmu nanti?"

Jadi mestinya, mahasiswa tadi tetap berkomitmen untuk mengembalikan uang orang tuanya tanpa mengurangi kewajibannya untuk menyekolahkan anak-anaknya kelak. Generasi sekarang harus lebih baik dari generasi masa lalu. Generasi yang akan datang harus lebih baik daripada generasi saat ini.

================================================================

Sudahkah kita memikirkan jauh sampai ke sana??? Bahwa mereka sudah mengorbankan begitu banyak duit untuk kita tanpa pernah berpikir untuk menagihnya kembali suatu saat nanti...:)
Yaaah...bahan introspeksi pribadi saya saja.

12 Oktober 2009

Almost Paradise : Lombok

Diposting oleh Rini Andarstuti di 11:14:00 AM 0 komentar

Alhamdulillah masih punya kesempatan buat nulis lagi, insyaAllah ini awal buat tulisan selanjutnya :) Sempat disappointed sie ngeliat ada bulan yang kosong dari artikel apapun, tapi sudahlah...waktunya mengisi kembali... :L

Lebaran kemarin saya pulang kampung : Lombok. Saya suka dengan julukan yang saya buat sendiri : Almost Paradise :D Udah setaun gak pulang sejak Lebaran taun sebelumnya. Setaun rasanya sangat lama untuk sekedar pulang melihat -home sweet home- :D Pertanyaan yang sering saya dengar "Apa kamu gak berniat menetap di luar Lombok, Rin?" Hhhhmm...keegoisan saya menjawab : iya. Tapi, bukan berarti saya fanatik berat atas kampung saya. Itu hanya kerinduan, selebihnya urusan Allah. Saya tidak menutup mata untuk tinggal di mana saja, semua Indonesia indah....namun tentu saja, kampung halaman selalu berkesan mendalam, "di sana tempat lahir beta..."

Selama 15 hari di sana ternyata memang tidak cukup waktu untuk berkeliling ke tempat-tempat yang selama ini jarang bahkan tidak pernah saya kunjungi. Ini juga berbenturan dengan semangat saya untuk 'ingin selalu di rumah' bermain dengan adik dan anak tetangga saya yang kecil-kecil. Keributan di rumah yang menyenangkan. Makanya, beberapa kali saya harus minta maaf pada teman-teman yang mengajak main karena selama beberapa hari tersebut saya lebih senang di rumah saja.. :)

Tapi, setelah berhasil memepetkan waktu, saya jadi punya jadwal main juga ke beberapa tempat seperti ini :















Dan inilah dia, komunitas yang membuat saya betah di rumah saja, hehehehe :z

 

::Hanya usaha untuk membuat kenangan... Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez