Sudah akhir November. Semoga saya masih tidak terlambat untuk merayakan semangat Hari Pahlawan, 10 November. Tidak lama berselang, kemudian perayaan Hari Guru. Seolah memang disandingkan ===> Guru adalah (juga) Pahlawan.
Selamat Hari Pahlawan.
Selamat Hari Guru.
Saya langsung ingat acara kartun yang kadang ditonton anak-anak saya: Higgly's Heroes. Pahlawan Kota Higgly.
Kartun yang biasa saja, tapi yang menarik adalah bahwa mereka sangat menghargai setiap orang dgn menyebut orang-orang itu sebagai Pahlawan Kota.
Anak-anak lapar, butuh makanan yang siap antar. Datanglah pembawa makanan dengan sepeda motor. Anak-anak menyebutnya: Pahlawan Kota Higgly.
Lalu penjaga pintu tol, melayani pengendara keluar-masuk tol: Pahlawan Kota Higgly juga. Pembuat topi, membuat topi untuk melindungi anak-anak dari panas matahari: Pahlawan Kota Higgly.
Semua profesi, yang bersungguh-sungguh dengan pekerjaannya adalah pahlawan bagi mereka. Tukang kebun, pekerja pengaspal jalan, guru, nahkoda kapal, sopir taksi, dan semuanya...adalah pahlawan.
Mereka tidak pergi berperang ke medan laga, tapi mereka pun berjuang demi kehidupan yang lebih baik bagi sesama: itulah Pahlawan, bagi saya. Berjuang di jalan Allah. Bukankah seperti itu pula yang Baginda Rasul Muhammad saw. katakan pada kita? Seorang suami yang pergi bekerja, lillaahi ta'aala untuk mencari nafkah halal bagi keluarganya pun juga dikatakan berjuang? Istri yang mengurus segala keperluan rumah juga berjuang.
Maka mari berterima kasih dengan penghargaan terbesar untuk semua pahlawan dan guru-guru kehidupan di sekitar kita. Yang mengajarkan tentang ketulusan mengabdi tanpa memandang sertifikasi ataupun gratifikasi. Mereka pahlawan sesungguhnya: ibu-ibu kita, bapak-bapak kita, saudara seperjuangan meski tak sedarah, para buruh pabrik, karyawan kantor, cleaning service, pedagang asongan, tukang ojek, guru daerah terpencil, dokter dan perawat, ibu-ibu bidan, petani, nelayan, dan seluruh profesi yang bersinergi sepenuh hati....tidak bisa saya sebut semua di sini. Terima kasih...pahlawan yang juga tidak pernah diberi tanda jasa. Semoga selalu sehat dan bahagia...Allahumma aamiin..
Tampilkan postingan dengan label Coretan Ringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretan Ringan. Tampilkan semua postingan
28 November 2015
05 Oktober 2015
Bahagia itu....
Selamat malam pemirsa...
Saya sedang senang berkebun. Meskipun 90% orang terdekat yang tau kesenangan baru saya ini sangsi bahwa hobi ini akan bertahan lama. Katanya: paling hitungan minggu.
Well, akan kita buktikan...meski dengan Naufal dan Lulu yang antusias mengobrak-abrik karung tanah kompos yang saya beli...saya akan bertahan. Haha...
Bermula dari perasaan iba melihat pohon lengkeng saya yang sudah berdomisili hampir dua tahun di depan rumah, kondisinya sedikit "mengenaskan" dibandingkan ketika dia datang pertama kali dua tahun lalu. Pohonnya pendek namun rimbun daun hijau, segar melihatnya. Sekarang amat tinggi dan ramping, kering, dengan beberapa helai daun coklat yg tidak berselera hidup mungkin. Kasihan..
Lalu ada pohon pakis yang dibeli suami saya, mahal menurut saya. Sama tidak terawatnya. Belum lagi pohon sirih yang di pojok depan....dan beberapa pot kering yang tidak ada tanamannya.
Maka suatu sore di sebuah perumahan...saya keluar membawa ember berisi air, membawa pisau, dan tidak lupa membawa dua pasukan kecil saya untuk ikut serta. Menyiram. Membantu saya mengumpulkan rumput liar. Saya potong semua daun-daun pakis yang sudah layu. Begitu juga pot-pot lain. Lengkeng. Bunga. Dan semuanya saya siangi rumput liarnya. Disiram teratur.
Suami saya agak heran. Ada apa dengan istriku??? Mendadak aneh. Hehehe...saya hanya berpikir...mereka makhluk hidup...butuh makan dan matahari. Mengapa tidak saya rawat dwngan baik? Lagipula saya yang mendatangkan mereka ke rumah saya. Perkara nanti bisa hidup bagus atau tidak kan urusan kedua. Yang penting saya sudah berusaha merawatnya.
Tak lama....setelah dua minggu rutin disiram...pakis yang sudah hampir mati itu pun bertunas lagi. Alhamdulillaaah..bahagia itu sederhana. Haha..
Lalu lengkeng bertunas juga. Lalu tanaman bunga perdu di pagar mulai berbunga. Senangnya hatiiii...
Maka berlanjutlah hobi itu dengan membibitkan bunga dari benih. Saya belum tau hasilnya...namun akan saya pantau terus perkembangannya. Keep istiqomah...insyaa Allaah :)
Categories
Coretan Ringan
23 September 2015
Empat yang Telah Berlalu
22 September...empat tahun yang lalu, saya dinikahkan oleh yang tersayang Bapak, dengan lelaki terbaik: Fadlulloh, suami saya.
Lalu pagi ini..kami bangun dengan lupa bahwa ini tanggal yg sama dengan empat tahun lalu. Sibuk dengan rutinitas: mengurus anak, mengurus rumah, dan sebagainya. Siang baru sadar dan ingat.
Tidak ada anniversary-cake. Tidak ada lilin yang ditiup. Tidak ada kado yang berbungkus merah muda.
Namun bukankah semua sudah lebih dari cukup?
Hati yang nyaman.
Tiga anak yang aktif.
Kesehatan yang baik.
Tempat tinggal yang layak.
Makanan yang cukup.
Pakaian yang bersih.
Waktu yang bermanfaat, insyaAllah.
Setelah saya pikir...adakah kado lain yang lebih indah dari itu di dunia ini???
Ke Baitullah. Semoga segera diundang kesana ya...Yaa Allah :)
Selamat Hari Raya Idul Adha, saudara muslimku di seluruh dunia. Semoga Allah merahmati hidup dan mati kita...aamiin..
Tidak ada anniversary-cake. Tidak ada lilin yang ditiup. Tidak ada kado yang berbungkus merah muda.
Namun bukankah semua sudah lebih dari cukup?
Hati yang nyaman.
Tiga anak yang aktif.
Kesehatan yang baik.
Tempat tinggal yang layak.
Makanan yang cukup.
Pakaian yang bersih.
Waktu yang bermanfaat, insyaAllah.
Setelah saya pikir...adakah kado lain yang lebih indah dari itu di dunia ini???
Ke Baitullah. Semoga segera diundang kesana ya...Yaa Allah :)
Selamat Hari Raya Idul Adha, saudara muslimku di seluruh dunia. Semoga Allah merahmati hidup dan mati kita...aamiin..
Categories
Coretan Ringan
01 Agustus 2015
Tidak Ada Kabar; Artinya Kabar Baik
Biasanya...kalau kerabat sudah lama tidak memberi kabar...anggap saja kabar baik. Hehehe...
Harusnya tidak begitu...ada baiknya menanyakan kabar mereka untuk sekedar tau. Tapi, memang begitu kecenderungannya....jika tidak memberi kabar, artinya sedang senang. Nanti tunggu saja kabarnya, jika sedang susah.
Maaf ya, mungkin saya lebay....atau sedang sensi juga. Kenyataannya memang banyak sanak dan kerabat yang hanya "nongol" sms-nya pas lagi butuh saja. Itu baru sms....sudah biasa. Adalagi yang hanya nongol wajahnya pas lagi kepepet saja, tambah bikin sebel.
Ya bukannya tidak mau membantu orang yang sedang susah...tapi kalau diingatnya hanya ketika susah, dan ketika senang mendadak hilang...rasanya tidak adil juga. Apa saya tidak sepantas itu diingat dalam kebahagiaan? Bukankah sejatinya kebahagiaan akan bertambah ketika dibagi? Lalu kenapa tidak ikut membaginya dengan saya? Bukan membagi materinya...tapi cukup kabarnya saja.
Aaaahh...jadi tidak selesai-selesai kecutnya kalo inget itu.
Bertahun-tahun tidak pernah menyapa entah lewat medsos atau tatap muka langsung, sekalinya sms.... mau pinjam duit untuk acara X. Lalu uniknya, acara X kapan dan bagaimana saya tidak tau sama sekali karena tidak diundang. Yak! Tidak penting juga mengundang saya ya, teman. Saya bukan pejabat yang namanya indah untuk ada dalam daftar tamu. Saya hanya teman lama yang diingat ketika perlu saja, kalau tidak perlu, maka kabar saya pun bukan hal yang menarik untuk ditanyakan.
Ada yang setiap bertemu selaluuu cerita tentang kesusahan hidup saja. Biaya A. Biaya B. Jadi ketika bertemu dengannya mau tidak mau saya spontan berpikir: pasti lagi butuh biaya Z. Maaf, bukan golongan orang tidak mampu juga, karena kami tau persis kondisi kehidupannya. Tapi kenapa seolah hari-hari adalah kesusahan saja? Apa tidak pernah ada hari bahagia dalam hidupnya? Na'uzubillaah...kami berpikir dari apa yang kami lihat dan dengar saja. Dalam hati tidak ada yang tau. Maka dari itu, alangkah baiknya tampilkan yang baik-baik saja dari hidup kita kepada orang lain.
Apa tidak boleh susah?
Boleh. Dan itu kodrati. Sudah digariskan bahwa hidup ada susah dan senang. Tapi....bagaikan bulan yang bercahaya di malam hari, dia punya sisi gelap yang selalu disembunyikan bukan? Yang ditampakkan hanya sisi terang saja. Cukup yang gelap hanya untuknya.
Apa tidak mau membantu? Sombong amat!
Mau...dan insyaAllah akan selalu mau selagi mampu. Tapi membantu pun ada kriterianya juga sepertinya: digunakan untuk apa bantuan saya? Apa lalu bisa membuatnya lebih bersemangat ato malah lebih malas? Apa memang benar-benar butuh atau hanya untuk kebutuhan yang tidak prinsipil? Hmmmm...entahlah.
Ujung-ujungnya semua kembali kepada saya. Apa saya masih sebel dengan orang-orang yang secara tidak langsung menjadikan saya "tong sampah"? Yang dipakai menampung dan membuang segala yang tidak menyenangkan. Iya, masih.
Harusnya tidak begitu...ada baiknya menanyakan kabar mereka untuk sekedar tau. Tapi, memang begitu kecenderungannya....jika tidak memberi kabar, artinya sedang senang. Nanti tunggu saja kabarnya, jika sedang susah.
Maaf ya, mungkin saya lebay....atau sedang sensi juga. Kenyataannya memang banyak sanak dan kerabat yang hanya "nongol" sms-nya pas lagi butuh saja. Itu baru sms....sudah biasa. Adalagi yang hanya nongol wajahnya pas lagi kepepet saja, tambah bikin sebel.
Ya bukannya tidak mau membantu orang yang sedang susah...tapi kalau diingatnya hanya ketika susah, dan ketika senang mendadak hilang...rasanya tidak adil juga. Apa saya tidak sepantas itu diingat dalam kebahagiaan? Bukankah sejatinya kebahagiaan akan bertambah ketika dibagi? Lalu kenapa tidak ikut membaginya dengan saya? Bukan membagi materinya...tapi cukup kabarnya saja.
Aaaahh...jadi tidak selesai-selesai kecutnya kalo inget itu.
Bertahun-tahun tidak pernah menyapa entah lewat medsos atau tatap muka langsung, sekalinya sms.... mau pinjam duit untuk acara X. Lalu uniknya, acara X kapan dan bagaimana saya tidak tau sama sekali karena tidak diundang. Yak! Tidak penting juga mengundang saya ya, teman. Saya bukan pejabat yang namanya indah untuk ada dalam daftar tamu. Saya hanya teman lama yang diingat ketika perlu saja, kalau tidak perlu, maka kabar saya pun bukan hal yang menarik untuk ditanyakan.
Ada yang setiap bertemu selaluuu cerita tentang kesusahan hidup saja. Biaya A. Biaya B. Jadi ketika bertemu dengannya mau tidak mau saya spontan berpikir: pasti lagi butuh biaya Z. Maaf, bukan golongan orang tidak mampu juga, karena kami tau persis kondisi kehidupannya. Tapi kenapa seolah hari-hari adalah kesusahan saja? Apa tidak pernah ada hari bahagia dalam hidupnya? Na'uzubillaah...kami berpikir dari apa yang kami lihat dan dengar saja. Dalam hati tidak ada yang tau. Maka dari itu, alangkah baiknya tampilkan yang baik-baik saja dari hidup kita kepada orang lain.
Apa tidak boleh susah?
Boleh. Dan itu kodrati. Sudah digariskan bahwa hidup ada susah dan senang. Tapi....bagaikan bulan yang bercahaya di malam hari, dia punya sisi gelap yang selalu disembunyikan bukan? Yang ditampakkan hanya sisi terang saja. Cukup yang gelap hanya untuknya.
Apa tidak mau membantu? Sombong amat!
Mau...dan insyaAllah akan selalu mau selagi mampu. Tapi membantu pun ada kriterianya juga sepertinya: digunakan untuk apa bantuan saya? Apa lalu bisa membuatnya lebih bersemangat ato malah lebih malas? Apa memang benar-benar butuh atau hanya untuk kebutuhan yang tidak prinsipil? Hmmmm...entahlah.
Ujung-ujungnya semua kembali kepada saya. Apa saya masih sebel dengan orang-orang yang secara tidak langsung menjadikan saya "tong sampah"? Yang dipakai menampung dan membuang segala yang tidak menyenangkan. Iya, masih.
Categories
Coretan Ringan
30 Juli 2015
Hari Pertama Sekolah
Bismillaah..
Senin lalu, tanggal 27 Juli 2015 adalah hari pertama masuk sekolah serentak bagi siswa-siswi PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA (yg udh ada MOS duluan). Banyak cerita warna-warni...dari yang bersemangat banget sampe yang mewek-mewek ditinggal emaknya...dari yang sekolahnya sebelah rumah sampe yang mesti dianter roda empat. Yang penting adalah bahwa mereka sekolah. Eh salah, belajar. Bukan sekolah. Catet.
Kenapa? Karena banyak yang sekolah gak buat belajar. Jangan sebut PAUD dan TK ya...alirannya udah beda. Berangkat ke sekolah cuma buat gaya-gayaan dan nguber nilai aja. Maka dari itu, yang utama adalah belajarnya. Bukan sekolahnya. Sekolah hanya wadah.
Lanjut ke hari pertama tersebut....adalah Naufal, anak pertama saya yang sekarang berumur 3th ikut ditanya: Naufal udah sekolah?
Sambil nyengir saya jawab: gak sekolah bu.
Hahaha...bahas hari pertama kita malah sibuk di rumah...gak ada yang sekolah.
Saya dan suami memang sepakat untuk tidak memasukkan anak kami sekolah terlalu dini. Harapannya sie sampai besar pun tidak sekolah. Orangtua yang aneh ya? Berbekal pengalaman nyata banyak orang yang sukses meski tidak sekolah...menjadi promotor otak kami untuk berpikir demikian. Hahahha...ndak kok..hanya bercanda :)
Pertama, Naufal tidak kami masukkan sekolah dulu karena bagi saya, tidak terlalu cocok untuk seorang anak seusianya dikenalkan pelajaran macam-macam. Terlalu dini baginya untuk mengenal dunia luar. Cukuplah dia belajar dari kami orangtuanya, mengenal Allah, mengenal dengan baik seluruh anggota keluarga, belajar memahami posisinya dalam keluarga, belajar akhlaqul karimah, dan pengenalan dunia dari sudut pandang sederhana. Bukankah rumah adalah wadah awal pembentukan karakter anak? Maka biarlah kami yang memulai pembentukan tersebut dengan sebaik-baik contoh yang bisa kami beri....insyaAllah.
Kedua, jika sekolah saat ini tetap dengan kurikulumnya yang njelimet dan kurang membuahkan etika yang baik bagi anak didik, maka mungkin kami akan berpikir berkali-kali untuk membawanya ke sekolah. Tidak perlu, benar-benar tidak diperlukan orang-orang pintar dengan etika dan akhlak yang jeblok. Orang-orang pintar namun lisan tidak terjaga, na'uzubillaah...
Ketiga, biarlah ia....biarlah mereka yang akan menentukan apakah mereka sudah siap untuk bersekolah dengan ikhlas. Tidak ada paksaan. Tidak ada kewajiban bagi anak-anak saya untuk menjadi ranking satu atau juara ini-itu. Pun saya tidak akan membanding-bandingkan nilai dia dengan teman-temannya. Cukup dia belajar bersungguh-sungguh, selalu jujur, sadar bahwa Allah mengawasinya, maka itu cukup. Jika demikian...silakan...masuk sekolah mana saja yang dia mau...selama kami kami mampu. Barangkali dengan demikian dia baru dapat menyerap inti dari sebuah ilmu.
Lalu apa selanjutnya? Kami lah yang harus bersiap belajar. Menjadi guru privat semi-permanen di rumah...hehehe... Tidak resmi. Yang penting dalam sehari harus ada yang diajarkan: hijaiyah, warna, angka, benda. Semua hal bisa jadi sarana belajar....asalkan mau. Kami sudah memulainya: hari pertama masuk sekolah.
Bismillaah...semoga Allah senantiasa membantu kami, dan seluruh orangtua yang ada...untuk tetap bersemangat dan bersabar mendidik buah hati kami hingga hari-hari selanjutnya...
Allahumma aamiin.. :)
Categories
Coretan Ringan
11 Januari 2011
Terkadang Statis itu Manis

Anda suka perubahan? Dinamis?
Dalam hal apa?
Lalu bagaimana dengan statis?
Pernah mencobanya?
Saya tergolong orang yang fleksibel dalam hal-hal tertentu...namun kecenderungan statis. Karena ke-statis-an itulah saya betah untuk tidak mengganti nama-nama orang yang tersimpan di hape saya, sejak pertama kali saya mengenal orang tersebut sampai sekarang, meskipun hape ataupun nomer saya sudah berganti sekian kali...setiap detail huruf, tanda baca, huruf kapital bahkan spasi namanya pun tetap... :)
Karena setia itu indah, bagi saya. Statis sangat identik dengan setia.
Saya betah untuk mempertahankan sesuatu yang sangat saya sukai meskipun orang-orang tidak menyukainya, selama itu tidak salah...why not? Karena menurut saya, di sana lah seninya. Misal tentang mode pakaian, tentang selera dan cara makan, tentang karakter teman..semua itu cenderung statis dalam gaya saya.
Saya tidak terlalu khawatir dianggap norak atau kuper hanya karena saya bergaul dengan orang-orang itu saja, atau memakai sepatu yang begitu-begitu saja. Saya suka. Dan saya nyaman.
Terkadang orang bilang: "air yg statis akan menjadi busuk..beda halnya dengan air yg dinamis mengalir kemana saja."
Oke, itu benar...tapi dalam hal-hal tertentu...statis itu manis. Dinamis yg dimaksud di sana, menurut saya, adalah pola pikir, bukan tata cara. Pola pikir boleh berubah, tapi tata cara adalah identitas kita bukan? Selama itu tidak salah, silakan lanjutkan. Itu menurut saya.
Saya senang tampil beda dalam ke-statis-an saya. Itu adalah seni. Seni mempertahankan tujuan. Apalagi jika tujuan itu tidak mudah dipertahankan. Jika anda berhasil...itu hal yang akan sangat membahagiakan pada akhirnya..
-saya bisa survive meskipun dengan kestatisan saya-
Categories
Coretan Ringan
03 Januari 2011
Yang Tak Putus

Sudah lama blog ini kosong...hanya ada beberapa cerita lama yang mungkin sudah dilihat orang berulang kali dengan bosan.. :)
Yosh!! Inilah waktunya melanjutkan, karena saya ingin cerita ini tak akan pernah putus..agar setiap kejadian bisa diingat untuk diambil pelajaran darinya.
Beberapa hari lalu, saya berusia dua tiga...angka yang lumayan untuk disebut remaja lagi..hehehe. Banyak yang terjadi, tentu saja. Namun semuanya seolah berlalu selintas..rasanya baru kemarin saya dibawakan kue ulang tahun oleh teman-teman saya dengan ucapan "Selamat Hari Lahir yang ke-22!!" Rasanya baru kemarin saya menginjakkan kaki di Malang untuk pertama kalinya..ternyata sudah lebih dari 4 tahun yang lalu..rasanya baru kemarin saya memakai pakaian putih-abu..rasanya baru kemarin...
Tapi, saya benar-benar bersyukur..sekaligus berduka..bahwa saya masih diberi nyawa, meski di usia dua tiga belum ada hal-hal berarti yg saya perbuat untuk agama saya..tidak ada. Namun, saya tau..itu adalah perjuangan yang tak pernah putus. Walaupun sudah terjatuh entah berapa kali...saya masih rindu semuanya..masih rindu surga. Semoga Allah membantu saya dalam tiap usaha..bahkan usaha untuk melawan diri saya sendiri...
Pada akhirnya, semua tak akan pernah putus... :)
Categories
Coretan Ringan
03 April 2010
Benang Kusut, Sekusut Pikiranku
Pemikir. Mungkin itu pendapat orang ketika pertama kali melihat wajahku, dalam artian: selalu serius. Bukan istilah yang jelek memang. Dan aku juga tau diri ketika orang-orang berpendapat sejenis: terlihat jutek. Hehehe..yang ini juga tak kupungkiri. Tapi, itu kan hanya "terlihat" belum tau aslinya...lebih jutek lagi. Hahahahah! Gak lah...segala sesuatu harus pada tempatnya, itu prinsipku.

Bukan tanpa alasan terkadang aku berwajah kusut seperti itu, karena memang banyak yang dipikirkan. Selain karena faktor struktur wajah yang sudah begini (ahha!), aku juga sudah terbiasa untuk serius, ehehehe... (sok serius).
Well, kembali ke ke-kusut-an. Beberapa hari yang lalu aku dongkol dengan suksesnya! Yup! Karena permasalahan "beda karakter". Menurutku, perbedaan karakter ini membawa pengaruh sangat besar dalam kehidupan sehari-hari, di mana pun itu. Yang jadi point utama adalah: proses pencocokan karakter tersebut. Tapi memang ada karakter-karakter yang aku jelas tidak akan bisa cocok dengan itu. Salah satunya: manja.
Noooo!!! Restrain from me if u have this character....
Fiiiuuuh...aku paling tidak suka orang manja. Siapa saja. Entah anak-anak, teman sebaya, orang dewasa...aku tidak terbiasa. Aku tidak suka orang yang tidak bisa melakukan apa-apa sendiri dan dia bergantung penuh pada orang lain. Mandirilah! Bersikap tegas, dan lakukan!
Sebenarnya tidak ada yang salah dari sikap manja ini, terutama wanita. Tapi tidak bagiku jika itu tidak pada tempatnya. Mengertilah situasi. Bacalah kondisi. Kapan aku harus begini atau begitu. Bolehkah aku begini atau begitu. Bagaimana jika aku begini atau begitu.
Hmmm...aku terkadang heran dengan orang-orang semacam ini yang tidak peka akan situasi. How can they...??? Dan, pengalaman kemarin menambah daftar panjangku bahwa: usia tidak jaminan atas kedewasaan anda!
Ya, aku tau..mungkin aku jutek dalam hal ini. Bahkan wajahku tidak bisa bohong bahwa aku tidak nyaman dengan keadaan itu. Pikiranku kusut dengan karakter-karakter yang dipaksakan untuk cocok denganku. Ditambah lagi...tetap bersikap manja ketika aku sedang kusut, maka langsung saja keluar: "mengapa hal-hal seperti ini tidak bisa diperhitungkan sebelumnya??!!!" Lebih kepada omelan daripada pertanyaan. Agar ia sadar, bahwa segala sesuatu itu harus direncanakan dengan baik. Jangan bebani (entah perasaan maupun keadaan)orang lain atas kesalahan yang anda buat hanya karena anda gagal merencanakannya.
Fiiiuh...ini bukan tentang usia dan pengertian. Karena aku lebih tua lalu aku harus selalu mengerti? Tidak bisa begitu. Karena aku lebih muda maka aku harus bisa menghargai? Sepertinya bukan alasan yang tepat. Karena kita sebaya lalu aku harus bisa menerima semuanya? Maaf, aku tidak bisa. Walaupun terkesan egois, bahkan sangat, tapi pahamilah jika seandainya kita bertukar posisi. Masih bisakah anda berpikir ini prinsip yang egois?
Bukan apa-apa, hanya bahan pembelajaran untuk kita bahwa: belajarlah untuk dewasa. Tidak semua orang bisa menerima kemanjaan kita. Ketidakpekaan kita. Ketidakmampuan kita membaca situasi. Jika anda balik penyataan itu menjadi "saya tetap bisa menerima orang seperti itu kok", sadarlah...tidak semua orang berpikiran sama seperti anda.
Well, selamat berpikir dan merasa, agar hidup lebih istimewa! ^^

Bukan tanpa alasan terkadang aku berwajah kusut seperti itu, karena memang banyak yang dipikirkan. Selain karena faktor struktur wajah yang sudah begini (ahha!), aku juga sudah terbiasa untuk serius, ehehehe... (sok serius).
Well, kembali ke ke-kusut-an. Beberapa hari yang lalu aku dongkol dengan suksesnya! Yup! Karena permasalahan "beda karakter". Menurutku, perbedaan karakter ini membawa pengaruh sangat besar dalam kehidupan sehari-hari, di mana pun itu. Yang jadi point utama adalah: proses pencocokan karakter tersebut. Tapi memang ada karakter-karakter yang aku jelas tidak akan bisa cocok dengan itu. Salah satunya: manja.
Noooo!!! Restrain from me if u have this character....
Fiiiuuuh...aku paling tidak suka orang manja. Siapa saja. Entah anak-anak, teman sebaya, orang dewasa...aku tidak terbiasa. Aku tidak suka orang yang tidak bisa melakukan apa-apa sendiri dan dia bergantung penuh pada orang lain. Mandirilah! Bersikap tegas, dan lakukan!
Sebenarnya tidak ada yang salah dari sikap manja ini, terutama wanita. Tapi tidak bagiku jika itu tidak pada tempatnya. Mengertilah situasi. Bacalah kondisi. Kapan aku harus begini atau begitu. Bolehkah aku begini atau begitu. Bagaimana jika aku begini atau begitu.
Hmmm...aku terkadang heran dengan orang-orang semacam ini yang tidak peka akan situasi. How can they...??? Dan, pengalaman kemarin menambah daftar panjangku bahwa: usia tidak jaminan atas kedewasaan anda!
Ya, aku tau..mungkin aku jutek dalam hal ini. Bahkan wajahku tidak bisa bohong bahwa aku tidak nyaman dengan keadaan itu. Pikiranku kusut dengan karakter-karakter yang dipaksakan untuk cocok denganku. Ditambah lagi...tetap bersikap manja ketika aku sedang kusut, maka langsung saja keluar: "mengapa hal-hal seperti ini tidak bisa diperhitungkan sebelumnya??!!!" Lebih kepada omelan daripada pertanyaan. Agar ia sadar, bahwa segala sesuatu itu harus direncanakan dengan baik. Jangan bebani (entah perasaan maupun keadaan)orang lain atas kesalahan yang anda buat hanya karena anda gagal merencanakannya.
Fiiiuh...ini bukan tentang usia dan pengertian. Karena aku lebih tua lalu aku harus selalu mengerti? Tidak bisa begitu. Karena aku lebih muda maka aku harus bisa menghargai? Sepertinya bukan alasan yang tepat. Karena kita sebaya lalu aku harus bisa menerima semuanya? Maaf, aku tidak bisa. Walaupun terkesan egois, bahkan sangat, tapi pahamilah jika seandainya kita bertukar posisi. Masih bisakah anda berpikir ini prinsip yang egois?
Bukan apa-apa, hanya bahan pembelajaran untuk kita bahwa: belajarlah untuk dewasa. Tidak semua orang bisa menerima kemanjaan kita. Ketidakpekaan kita. Ketidakmampuan kita membaca situasi. Jika anda balik penyataan itu menjadi "saya tetap bisa menerima orang seperti itu kok", sadarlah...tidak semua orang berpikiran sama seperti anda.
Well, selamat berpikir dan merasa, agar hidup lebih istimewa! ^^
Categories
Coretan Ringan
19 Oktober 2009
Mata Duitan di Mata Saya

Terkenal sudah, Rini-Duitan.
Di keluarga, di temen-temen, di sebagian besar orang-orang yang berkecimpung dalam dunia saya. Heheheehe....Kayak ada yang bilang "aku alergi UDANG tapi gak alergi UANG", lalu saya menambahkan "aku alergi GAK PUNYA UANG".
Membicarakan uang adalah hal yang sensitif. Lebih sensitif dari sekedar pembicaraan cinta atau perasaan-perasaan kaula muda yang sedang patah hati. Ini tentang uang. Yang memang bukan segala-galanya di dunia ini, tapi segala-galanya membutuhkan uang. Yah...akhirnya mengangkat tema : Mata Duitan di Mata Saya. Sebagai usaha meluruskan salah kaprah masyarakat (ciiieh) tentang uang.
"Zuhud itu lebih baik."
Memang. Zuhud itu utama. Sederhana. Melepaskan dunia ketika kita sudah mendapatkannya, kita mampu mendapatkannya. Tapi, apakah zuhud berarti harus miskin? Bukan begitu. Cari saja diliteratur manapun, tidak ada garis lurus antara menjadi zuhud dengan menjadi miskin.
Saya terobsesi menjadi orang kaya memang. Harus kaya, bukan sekedar ingin kaya. Karena yang kaya lebih punya kekuatan untuk mengajak. Yang kaya lebih punya kekuatan untuk mengubah. Yang kaya lebih punya kekuatan untuk membagi. Yang kaya lebih punya kekuatan untuk menyejahterakan umat.
Karena itulah duit penting buat saya. Bukan. Bukan. Bukan berarti saya matre....
Sekali lagi, mari ubah pola pikir kita. Jadilah mata duitan! Bukan mata duitan yang senang mendengar kata UANG untuk kemudian dihamburkan, bukan begitu. Tapi mata duitan yang begitu mendengar kata UANG langsung terbersit "aku harus mendapatkannya untuk keperluan yang lebih besar, untuk ibadah yang lebih besar!"
Mencari uang sama dengan bekerja untuk dunia....dan kejarlah dunia itu seakan kau akan hidup selamanya. Bagi saya, begitulah mata duitan. Bukan anak-anak matre yang senang menghamburkan uang orang tuanya, bukan wanita-wanita matre yang senang belanja ke mall dengan uang suaminya. Bukan pejabat-pejabat matre yang senang dengan uang banyak tanpa peduli dari mana jalannya.
Harta itu menjadi makanan, menjadi darah, menjadi daging, maka janganlah susun ia dari sesuatu yang haram. Kalau tubuh ini penuh dengan barang haram, apa lagi yang bisa kita andalkan untuk berdoa?
Dimana ada bisnis, di situ ada saya. Itulah image yang ingin saya bangun selama ini :)
Membangun image itu perlu (pelajaran dari seorang pengamat finansial), agar saya melekat di hati orang-orang, hehehe.
Di hati keluarga sudah cukup melekat image "Rini-Duitan, gak mau ngeluarin duit banyak-banyak!"
Di hati teman "Rini-Duitan, sedikit-sedikit bisnis."
Bagaimana di hati anda?? ^^
Categories
Coretan Ringan
29 Juli 2009
Liburan Ajaib di Jogja
Ini hari ke tujuh saya di Jogja. Banyak keanehan terjadi di sini. Maklumlah...yang liburan juga orang aneh kok. Hari pertama dateng, pake bis malem dari Malang. Seharusnya sampe jam 4 pagi, ternyata sampenya jam 2 dini hari. Wuuuiiii...mantap deh sepinya! Akhirnya saya menelepon seorang rekan yang mahir berkendaraan untuk datang menjemput. Bayangkan, naek motor kecepatan hampir 100 di tengah malam buta tanpa helm. Sempurna. Jadilah saya menangis semalam di atas motor, terharu.
Hehehehe...gak ding! Kena angin akhirnya menitikkan air mata. Ciiieeeeeh... :p
Berikutnya saya jalan-jalan, di pinggir jalan ada tulisan HALTE TENTARA PELAJAR. Akhirnya Si Aneh bertanya pada temannya, "Da, yang boleh nunggu di halte ini cuma tentara ama pelajar doang ya?"
Temannya tampak bingung dengan pertanyaan itu. Dan dia menjawab "Yang mana??? Itu?? Oalah....itu maksudnya nama jalan ini, Jl. Tentara Pelajar neng!"
Wahahahahahaah! Pertanyaan saya memang jenius bukan? :z :z :z
Pengennya libur dengan tenang, tapi ternyata....ketika asyik mempersiapkan keberangkatan ke Borobudur kemaren lusa, ada telepon yang membuyarkan semua harapan, ciiieh....Apakah itu?
"Rini, judul TA-mu gak ada yang keterima. Segera ajuin judul baru paling lambat Kamis besok."
Hyaaaaaa!!!! Wajah yang sumringah berubah butek. Senyum hilang. Mood lenyap. Padahal niatnya bermain-main dengan kawan-kawan di tengah Borobudur yang menakjubkan, eh malah dapet gosip (itu bukan gosip, tapi fakta!!!) aku harus bikin judul baru. Huhuhuuuu...jadi gak berselera makan. Akhirnya di sana cuma bisa ngabisin semangkok bakso dan dua gelas es jeruk ditambah beberapa bungkus camilan. Laper deh.... :(

Ini dia bakso yang saya makan, sedikit kan? Mahal pula! Masa bakso kayak gitu+es jeruk 10.000???Hmmm....coba kalo di Malang, 5.000 udah kenyang betul deh! Heheehehe...emang beda ya yang namanya tempat wisata. Secara, saya dan kawan-kawan lapar betul belum sarapan. Jadi deh kayak gini. "Kita bermain-main...siang-siang hari Senin.....Walau makan susah, walau hidup susah, walau tuk senyum pun susah...." :D :D :D
Di sana banyak kejadian aneh yang terjadi sebagai dampak keajaiban saya (kata adekku, "kakakku ajaib bener!"). Berangkat dengan ceria, tapi ternyata saya baru sadar bahwa saya make baju kebalik! Nah lho.....tau gak yang mana???
Letz search.... :L

Ini saya lagi sebel dengan sepatu yang super-sempit. Akhirnya duduk di tembok pendek dan copotin deh sepatunya. Dan lagi, temen-temen saya yang aneh itu gak pernah rela liat saya foto sendirian! Selalu ngikuuut....ini aja dapet difoto sapa gitu ya...lupa! :D

Entah mengapa dengan ajaibnya kita dapet foto sama bule! Hihihiiii...pose yang sempurna kan? Cocok niyh jadi cover gadis sampul, hyeeeeek.... :p
Malam harinya saya dan teman yang lainnya pergi maen ke Benteng Vredenburg (gak tau ini tulisannya bener kagak). Tapi, berhubung bentengnya udah tutup tuh, kita cuma bisa seliweran pinggir jalan deh. Lumayan sie agak rame. Saya yang sedikit phobia dengan keramaian mulai beraksi seperti biasa, foto-foto. Hahahahahah.....Harap maklum ye.... :)

Ini makanan tradisional yang pasti ada di mana saja, tapi saya suka. Namanya : Kelepon dan Cenil. Indah bukan? :D
Lalu ini, inilah tri-enjel nyasar yang foto depan bank BNI. Terrreeeeng!!! Eh, tapi gak keliatan ya tulisan bank BNI-nya? Hmmm....sudahlah....

Oke gais, kita akan bertemu lagi dalam Edisi Spesial Liburan Saya yang pasti mengherankan dan mengagumkan. Hehehehee...piiiiizzzzz..... :z :z :z
Hehehehe...gak ding! Kena angin akhirnya menitikkan air mata. Ciiieeeeeh... :p
Berikutnya saya jalan-jalan, di pinggir jalan ada tulisan HALTE TENTARA PELAJAR. Akhirnya Si Aneh bertanya pada temannya, "Da, yang boleh nunggu di halte ini cuma tentara ama pelajar doang ya?"
Temannya tampak bingung dengan pertanyaan itu. Dan dia menjawab "Yang mana??? Itu?? Oalah....itu maksudnya nama jalan ini, Jl. Tentara Pelajar neng!"
Wahahahahahaah! Pertanyaan saya memang jenius bukan? :z :z :z
Pengennya libur dengan tenang, tapi ternyata....ketika asyik mempersiapkan keberangkatan ke Borobudur kemaren lusa, ada telepon yang membuyarkan semua harapan, ciiieh....Apakah itu?
"Rini, judul TA-mu gak ada yang keterima. Segera ajuin judul baru paling lambat Kamis besok."
Hyaaaaaa!!!! Wajah yang sumringah berubah butek. Senyum hilang. Mood lenyap. Padahal niatnya bermain-main dengan kawan-kawan di tengah Borobudur yang menakjubkan, eh malah dapet gosip (itu bukan gosip, tapi fakta!!!) aku harus bikin judul baru. Huhuhuuuu...jadi gak berselera makan. Akhirnya di sana cuma bisa ngabisin semangkok bakso dan dua gelas es jeruk ditambah beberapa bungkus camilan. Laper deh.... :(

Ini dia bakso yang saya makan, sedikit kan? Mahal pula! Masa bakso kayak gitu+es jeruk 10.000???Hmmm....coba kalo di Malang, 5.000 udah kenyang betul deh! Heheehehe...emang beda ya yang namanya tempat wisata. Secara, saya dan kawan-kawan lapar betul belum sarapan. Jadi deh kayak gini. "Kita bermain-main...siang-siang hari Senin.....Walau makan susah, walau hidup susah, walau tuk senyum pun susah...." :D :D :D
Di sana banyak kejadian aneh yang terjadi sebagai dampak keajaiban saya (kata adekku, "kakakku ajaib bener!"). Berangkat dengan ceria, tapi ternyata saya baru sadar bahwa saya make baju kebalik! Nah lho.....tau gak yang mana???
Letz search.... :L

Ini saya lagi sebel dengan sepatu yang super-sempit. Akhirnya duduk di tembok pendek dan copotin deh sepatunya. Dan lagi, temen-temen saya yang aneh itu gak pernah rela liat saya foto sendirian! Selalu ngikuuut....ini aja dapet difoto sapa gitu ya...lupa! :D

Entah mengapa dengan ajaibnya kita dapet foto sama bule! Hihihiiii...pose yang sempurna kan? Cocok niyh jadi cover gadis sampul, hyeeeeek.... :p
Malam harinya saya dan teman yang lainnya pergi maen ke Benteng Vredenburg (gak tau ini tulisannya bener kagak). Tapi, berhubung bentengnya udah tutup tuh, kita cuma bisa seliweran pinggir jalan deh. Lumayan sie agak rame. Saya yang sedikit phobia dengan keramaian mulai beraksi seperti biasa, foto-foto. Hahahahahah.....Harap maklum ye.... :)
Ini makanan tradisional yang pasti ada di mana saja, tapi saya suka. Namanya : Kelepon dan Cenil. Indah bukan? :D
Lalu ini, inilah tri-enjel nyasar yang foto depan bank BNI. Terrreeeeng!!! Eh, tapi gak keliatan ya tulisan bank BNI-nya? Hmmm....sudahlah....
Oke gais, kita akan bertemu lagi dalam Edisi Spesial Liburan Saya yang pasti mengherankan dan mengagumkan. Hehehehee...piiiiizzzzz..... :z :z :z
Categories
Coretan Ringan
20 Juli 2009
Petualangan Shi-Rini
Jadi gak sempat cerita deh...ini baru bisa posting sekarang. Padahal liburan penuh di kosan, paling nginep bentar di kosan adek, selebihnya...fulltime in my room sweet room. Ngapain? Nonton Korea sambil nyicil laporan yang udah dikejer deadline (huwh! Kebiasaan buruk selalu dikejer deadline... :( )
Tapi Kamis kemarin sempat maen ke Batu. Ke pabrik es krim, ciiieeeh...Perjalanannya jauh bo'! Tapi ya gitu...so awesome!! Sayangnya gak bawa kamera jadi gak sempat foto-foto sepanjang perjalanan yang menakjubkan itu.
Tapi ini ada sie sedikit kenang-kenangan yang diambil dengan paksa pake ha-pe yang udah bernyanyi 'klug-klug' (kehabisan batere). Karena sayang banget kalo dilewatin tanpa dokumentasi, hohohooo...Rini banget yah? :D :z

Ini bareng Ocha di depan kantor(pabrik)nya. Keliatan terik yah? Pasti dong! Namanya juga siang bolong. Tapi, percayalah...itu sangat dingin! Makanya jaket gak tak lepas. Segeeer deh pokoknya. Cuaca cerah sampe gunung-gunung di sekitar pabrik keliatan jelas. Pabrik ini lokasinya di bawah tempat Paralayang yang di Batu itu lho. Kalo rutenya gak bisa jelasin sie, ruwet! Tapi kalo diajak kesana lagi, insyaAllah tau... :)
Btw, dari tadi ngomongnya pabrik-pabrik terus, padahal di foto gak keliatan kayak pabrik. Yupz! Lebih tepatnya ini adalah Pusat Peternakan Sapi Perah, n Tempat Pelatihan Peternakan gitu deh. Es krim ini adalah produk sampingannya saja. Makanya harganya murah, cuma 12.500/pak ini.

Tuuuh...mantap kan? Ada tiga rasa aja : coklat, stroberi, n vanila yang ada coklat taburnya. Hmmmmm...nyyuuummy! Coba aja deh! :L
Kalo yang ngidam es krim dengan harga miring, ke sini aja rame-rame. Belinya patungan, bisa makan sampe puas aneka rasa sambil liat pemandangan yang awesome (tadi udah bilang kan ya?), heheheee....

Tapi Kamis kemarin sempat maen ke Batu. Ke pabrik es krim, ciiieeeh...Perjalanannya jauh bo'! Tapi ya gitu...so awesome!! Sayangnya gak bawa kamera jadi gak sempat foto-foto sepanjang perjalanan yang menakjubkan itu.
Tapi ini ada sie sedikit kenang-kenangan yang diambil dengan paksa pake ha-pe yang udah bernyanyi 'klug-klug' (kehabisan batere). Karena sayang banget kalo dilewatin tanpa dokumentasi, hohohooo...Rini banget yah? :D :z

Ini bareng Ocha di depan kantor(pabrik)nya. Keliatan terik yah? Pasti dong! Namanya juga siang bolong. Tapi, percayalah...itu sangat dingin! Makanya jaket gak tak lepas. Segeeer deh pokoknya. Cuaca cerah sampe gunung-gunung di sekitar pabrik keliatan jelas. Pabrik ini lokasinya di bawah tempat Paralayang yang di Batu itu lho. Kalo rutenya gak bisa jelasin sie, ruwet! Tapi kalo diajak kesana lagi, insyaAllah tau... :)
Btw, dari tadi ngomongnya pabrik-pabrik terus, padahal di foto gak keliatan kayak pabrik. Yupz! Lebih tepatnya ini adalah Pusat Peternakan Sapi Perah, n Tempat Pelatihan Peternakan gitu deh. Es krim ini adalah produk sampingannya saja. Makanya harganya murah, cuma 12.500/pak ini.

Tuuuh...mantap kan? Ada tiga rasa aja : coklat, stroberi, n vanila yang ada coklat taburnya. Hmmmmm...nyyuuummy! Coba aja deh! :L
Kalo yang ngidam es krim dengan harga miring, ke sini aja rame-rame. Belinya patungan, bisa makan sampe puas aneka rasa sambil liat pemandangan yang awesome (tadi udah bilang kan ya?), heheheee....

Categories
Coretan Ringan
04 Juli 2009
Libur Telah Tiba : Horrreey!!
Alhamdulillahirobbil alamin...
Segala puji bagi Allah yang telah memberiku banyak waktu dan kesempatan. Sekarang adalah waktu untuk libur! Horreeeey!!!!
Setelah berhari-hari yang penuh deadline, sekarang udah agak plong-plong-plong. Cieeee.....Walaupun masih banyak tuntutan lain yang harus kukerjakan sie, tapi gak masalah lah, bisa diatur :z
Sudah banyak planing menjelang liburan ini, diurutkan satu-persatu...yang paling deket adalah...(terrreng!!) penyusunan laporan KKI, huuhuuuhuuu... :( Tapi, itu penting. Karena aku gak akan tenang kemana-mana kalo laporan ini belum fix. Well, ini harus dikerjakan dulu. Setelah itu bimbingan, baru deh bisa maen-maen n negrjain yang udah masuk dalam palnning-list. Cihhuuuuuy! Mantap deh pokoknya :D
Semula kan antara dua pilihan : mudik atau ke Pare. Tapi, dua-duanya dipending dulu, karena waktunya gak mendukung, jadi mending menghabiskan sedikit waktu di Malang buat mengurus hal-hal (agak) penting, sisanya maen-maen ke tempat temen. Mudik besok aja pas Lebaran, sekalian. Ke Pare mungkin akan lebih mantap kalo waktunya lebih longgar, butuh ketenangan juga buat kesana seorang diri, hihihiii! :D
Lain kali aja deh ngajak pasukan yang lebih banyak buat kesana rame-rame, kan seru. And now, aku hanya menghabiskan waktu dengan drama Korea yang sudah menunggu, ahha! :z
Eh, ini tak kasi liat beberapa foto Lombok yang akan membuat anda tersepona (weleh..g nyambung ya??) :D Eit, nyambung kok! Mungkin aku emang gak mudik, tapi ada diantara kalian yang bimbang pengen liburan kemana, ini dia jawabannya! :L



Segala puji bagi Allah yang telah memberiku banyak waktu dan kesempatan. Sekarang adalah waktu untuk libur! Horreeeey!!!!
Setelah berhari-hari yang penuh deadline, sekarang udah agak plong-plong-plong. Cieeee.....Walaupun masih banyak tuntutan lain yang harus kukerjakan sie, tapi gak masalah lah, bisa diatur :z
Sudah banyak planing menjelang liburan ini, diurutkan satu-persatu...yang paling deket adalah...(terrreng!!) penyusunan laporan KKI, huuhuuuhuuu... :( Tapi, itu penting. Karena aku gak akan tenang kemana-mana kalo laporan ini belum fix. Well, ini harus dikerjakan dulu. Setelah itu bimbingan, baru deh bisa maen-maen n negrjain yang udah masuk dalam palnning-list. Cihhuuuuuy! Mantap deh pokoknya :D
Semula kan antara dua pilihan : mudik atau ke Pare. Tapi, dua-duanya dipending dulu, karena waktunya gak mendukung, jadi mending menghabiskan sedikit waktu di Malang buat mengurus hal-hal (agak) penting, sisanya maen-maen ke tempat temen. Mudik besok aja pas Lebaran, sekalian. Ke Pare mungkin akan lebih mantap kalo waktunya lebih longgar, butuh ketenangan juga buat kesana seorang diri, hihihiii! :D
Lain kali aja deh ngajak pasukan yang lebih banyak buat kesana rame-rame, kan seru. And now, aku hanya menghabiskan waktu dengan drama Korea yang sudah menunggu, ahha! :z
Eh, ini tak kasi liat beberapa foto Lombok yang akan membuat anda tersepona (weleh..g nyambung ya??) :D Eit, nyambung kok! Mungkin aku emang gak mudik, tapi ada diantara kalian yang bimbang pengen liburan kemana, ini dia jawabannya! :L



Categories
Coretan Ringan
23 Juni 2009
TA part-2 : mbulet....

Fiiiuuuh....entah masih bisa bernafas lega gak akhir-akhir ini. Why? Tugasnya bo'! Aku hampa....Semua udah pada berusaha ngerjain, tapi sepertinya otak kami sudah buntu untuk memikirkannya. Karena memang tidak bisa, intinya begitu, heheheee... :D
Sebenernya tugas-tugas yang lain sie gak terlalu berat (karena udah jadi :p) Yang berat ini cuma satu mata kuliah, Mechine Learning. Saking sebelnya aku pernah mikir: ngapain sie kita memperpintar mesin? Lha otak sendiri aja udah bisa mikir logika. Huuuwh! Jumat presentasi 8 tugas lagi, ampuuuuun pak....Saya tidak bisa.
Yaaah...maklumlah emosi sesaat karena terkejar deadline :)
Ini udah jarang lagi isi blog, seprti menghilang, karena ya begitu itu...
Pengen isi sesering mungkin, tapi pas mau nulis kadang langsung inget segala macam tagihan, akhirnya lupa deh mau nulis apa.
Sekedar sarana curhat saja : aku lelah :(
Apalagi mikirin judul TA yang jadwal tagihannya malah maju satu bulan. Mana sempet mikir. Udah meditasi juga tapi gak keluar wangsit tuh! Meditasinya=tidur, hehehe. Akhirnya ideku ya mbulet disitu-situ terus. Dasar geje. Yaah...hiburanku cuma sedikit sie, kalo capek ya tidur. Kalo gak ada kerjaan ya nonton Korea. Kalo suntuk ya pergi ke taman bermain ma koloni :D
Besok kuliah MKPL dan Jaringan. sampe heran juga, kenapa setiap praktikum jaringan aku jarang berhasil ya? Hampa puuuoooool. Besok tanya dosennya aja deh.
Yasudlah, sekedar nulis-nulis gak penting gini juga gak pa-pa. Setidaknya aku lega : ada sesuatu yang mau men-Dengarkan Curhatku.
Categories
Coretan Ringan
25 April 2009
Hore!!! Mbah Google mulai mengenaliku...
Kemarin iseng searching di google.co.id dengan kata kunci 'blog rini'. Sengaja aja pilih kata kunci yang umum banget kayak gitu. Cuma buat ngetes, dengan kategori umum apa masih bisa nongol ya blog ini? Hehehe… :D
Dan hasilnya…Terrrreeeenggg!!! :z :z

Walaupun tidak menjadi yang teratas, tapi senang sekali bisa ngeliat si-Blogy Ijo ini numpang nampang di Google. Lumayan lah sejak terakhir kali saya search beberapa bulan lalu dengan kata kunci yang sama, gak nongol bo'! Entah nyasar di halaman keberapa, yang jelas…saya tak melihat jejaknya :p Atau mungkin kalah saing dengan 'Rini-Rini' lain yang sudah terlebih dahulu melanglang buana di dunia bloggers.
Ini masuk halaman pertama, dengan urutan ketujuh. Yaaaah..saya tau saya suka sekali angka ini, sepertinya cukup cocok untuk urutan permulaan buat Blogy. Tak lupa : tengs a lot buat para visitors yang udah visit n view-view Si Ijo ini… :)
Semoga selalu ada hal bermanfaat yang bisa kita bagi, insyaAllah. Karena blog ini hanya usaha untuk membuat kenangan :L
Dan hasilnya…Terrrreeeenggg!!! :z :z

Walaupun tidak menjadi yang teratas, tapi senang sekali bisa ngeliat si-Blogy Ijo ini numpang nampang di Google. Lumayan lah sejak terakhir kali saya search beberapa bulan lalu dengan kata kunci yang sama, gak nongol bo'! Entah nyasar di halaman keberapa, yang jelas…saya tak melihat jejaknya :p Atau mungkin kalah saing dengan 'Rini-Rini' lain yang sudah terlebih dahulu melanglang buana di dunia bloggers.
Ini masuk halaman pertama, dengan urutan ketujuh. Yaaaah..saya tau saya suka sekali angka ini, sepertinya cukup cocok untuk urutan permulaan buat Blogy. Tak lupa : tengs a lot buat para visitors yang udah visit n view-view Si Ijo ini… :)
Semoga selalu ada hal bermanfaat yang bisa kita bagi, insyaAllah. Karena blog ini hanya usaha untuk membuat kenangan :L
Categories
Coretan Ringan
18 April 2009
Seperti Fullcream+Madu
Ada yang suka minum susu fullcream tanpa gula? Saya masuk daftar pertama. Ini peralihan yang hebat (menurut saya) dari semula menjadi daftar pertama orang yang paling tidak suka meminumnya :D
Tapi, karena satu dan lain hal yang sifatnya sangat mendesak, saya harus meminum itu setiap hari. Awalnya mual. Karena rasanya aneh. Susu tawar tanpa perasa apapun. Aromanya saja sudah tidak enak. Apalagi rasanya.
Teman-teman yang melihat saya meminumnya saja sedikit bergidik mencium aroma tawar yang khas. Tapi…itu harus. Lalu karena satu dan lain hal lagi…minuman itu harus ditambah madu. Sebaiknya begitu, demi kesehatan pencernaan dan sistem imun. Dan, tambah aneh saja rasanya….
Fiiiuuuh…dari semula gak suka susu, lama-lama suka. Akhirnya harus ditambah madu yang membuat rasanya 'menggila anehnya' menurut saya :D, tapi setelah berlalu beberapa lama…semua biasa saja. Nikmat :z
Seperti itulah masalah dalam hidup. Awalnya terasa berat. Tapi…begitu berlalu beberapa masalah sejenis itu, bahkan dengan dosis yang ditambah, akan terasa nikmat lambat laun. Karena kita terbiasa dengan hal-hal seperti itu. Terbiasa menghadapi dan menyelesaikannya. Gak percaya?
Coba saja. Sepeti fullcream+madu :)
Tapi, karena satu dan lain hal yang sifatnya sangat mendesak, saya harus meminum itu setiap hari. Awalnya mual. Karena rasanya aneh. Susu tawar tanpa perasa apapun. Aromanya saja sudah tidak enak. Apalagi rasanya.
Teman-teman yang melihat saya meminumnya saja sedikit bergidik mencium aroma tawar yang khas. Tapi…itu harus. Lalu karena satu dan lain hal lagi…minuman itu harus ditambah madu. Sebaiknya begitu, demi kesehatan pencernaan dan sistem imun. Dan, tambah aneh saja rasanya….
Fiiiuuuh…dari semula gak suka susu, lama-lama suka. Akhirnya harus ditambah madu yang membuat rasanya 'menggila anehnya' menurut saya :D, tapi setelah berlalu beberapa lama…semua biasa saja. Nikmat :z
Seperti itulah masalah dalam hidup. Awalnya terasa berat. Tapi…begitu berlalu beberapa masalah sejenis itu, bahkan dengan dosis yang ditambah, akan terasa nikmat lambat laun. Karena kita terbiasa dengan hal-hal seperti itu. Terbiasa menghadapi dan menyelesaikannya. Gak percaya?
Coba saja. Sepeti fullcream+madu :)
Categories
Coretan Ringan
05 Maret 2009
Ikhwan Akhwat juga Manusia
"Ukhtie, anti jangan jutek lagi ke ana kayak dulu ya...."
Aku tertohok mebaca kalimat itu, akhirnya senyam-senyum juga dan membalas, "Afwan, mungkin dulu banyak khilaf. Tapi, jadi akhwat juga gak berarti langsung berubah jadi lemah lembut kan?"
Hehehe...ini hal biasa dalam pergaulan sesama ikhwah. Perkara ada akhwat yang jutek, yang keras, yang emosian, yang cuek, yang pemalu, yang pendiam, yang cengeng, banyak lah. Itu warna-warni karakter.
Ikhwan juga gak jauh-jauh dari itu. Sama saja.
Sering terdengar keluhan di kalangan ikhwan tentang akhwat yang bisanya ngomel-ngomel saja. Tapi di kalangan akhwat juga banyak komentar tentang ikhwan yang omongannya sepedas cabe sampe menusuk telinga. Tapi mau gimana? Itu karakter, tidak bisa diubah. Hanya bisa direm:
Yang galak, jangan galak-galak amat. Nanti pada kabur semua.
Yang cuek, jangan terlalu cuek. Disekitar kita banyak manusia juga :D
Yang nakal, jangan nakal lah jadi ikhwan! Seneng banget jadi preman...
Yang pedes, kasi gula sedikit. Gak semua orang bisa makan makanan pedes.
Yang pemalu, ayo mulai berinteraksi.
Yang pemalas, malasnya kalo libur aja deh…
Yang selalu nunggu komando, inisiatif d0ng! Buktikan merahmu!
Ikhwan akhwat juga manusia. Bukan berarti jilbab besar adalah wujud kesempurnaan watak. Kalo sikap mungkin bisa nyaris sempurna, karena itu adalah hasil bentukan. Tapi karakter? Itu bawaan. Mau dikemanakan? :(
Bukan mencari pembenaran sie, hanya minta permakluman dan kelapangan hati untuk menerima karakter teman seperjuangan. Toh mereka masih punya sisi baik yang mungkin sering kita lupakan karena kesalnya dengan kekeliruan mereka.
"Panas setahun dihapus hujan sehari..."
Gimana? Mau mengerti? Ikhlas kan? Iya...terima kasih.... :D
Tapi, buat yang merasa bersalah…berubah d0ng! Jangan gitu-gitu terus dari jaman dahulu. Lama-lama juga orang akan bosen dengan watak buruk yang tidak ada pengurangan. Hu.Hu.Hu...aku sedih menyindir diri sendiri :p
Buat yang gak pernah merasa bersalah? Ke laut ajah!!!! :x
Aku tertohok mebaca kalimat itu, akhirnya senyam-senyum juga dan membalas, "Afwan, mungkin dulu banyak khilaf. Tapi, jadi akhwat juga gak berarti langsung berubah jadi lemah lembut kan?"
Hehehe...ini hal biasa dalam pergaulan sesama ikhwah. Perkara ada akhwat yang jutek, yang keras, yang emosian, yang cuek, yang pemalu, yang pendiam, yang cengeng, banyak lah. Itu warna-warni karakter.
Ikhwan juga gak jauh-jauh dari itu. Sama saja.
Sering terdengar keluhan di kalangan ikhwan tentang akhwat yang bisanya ngomel-ngomel saja. Tapi di kalangan akhwat juga banyak komentar tentang ikhwan yang omongannya sepedas cabe sampe menusuk telinga. Tapi mau gimana? Itu karakter, tidak bisa diubah. Hanya bisa direm:
Yang galak, jangan galak-galak amat. Nanti pada kabur semua.
Yang cuek, jangan terlalu cuek. Disekitar kita banyak manusia juga :D
Yang nakal, jangan nakal lah jadi ikhwan! Seneng banget jadi preman...
Yang pedes, kasi gula sedikit. Gak semua orang bisa makan makanan pedes.
Yang pemalu, ayo mulai berinteraksi.
Yang pemalas, malasnya kalo libur aja deh…
Yang selalu nunggu komando, inisiatif d0ng! Buktikan merahmu!
Ikhwan akhwat juga manusia. Bukan berarti jilbab besar adalah wujud kesempurnaan watak. Kalo sikap mungkin bisa nyaris sempurna, karena itu adalah hasil bentukan. Tapi karakter? Itu bawaan. Mau dikemanakan? :(
Bukan mencari pembenaran sie, hanya minta permakluman dan kelapangan hati untuk menerima karakter teman seperjuangan. Toh mereka masih punya sisi baik yang mungkin sering kita lupakan karena kesalnya dengan kekeliruan mereka.
"Panas setahun dihapus hujan sehari..."
Gimana? Mau mengerti? Ikhlas kan? Iya...terima kasih.... :D
Tapi, buat yang merasa bersalah…berubah d0ng! Jangan gitu-gitu terus dari jaman dahulu. Lama-lama juga orang akan bosen dengan watak buruk yang tidak ada pengurangan. Hu.Hu.Hu...aku sedih menyindir diri sendiri :p
Buat yang gak pernah merasa bersalah? Ke laut ajah!!!! :x
Categories
Coretan Ringan
27 Februari 2009
Ponari Oh Ponari....
Sudah lama gak ngisi blog lagi. Otomatis, gak baca berita. Gak tau perkembangan hari ini seperti apa.
Entah berita tentang suhu politik dan partai-partainya yang kian campur-baur, tentang curah hujan dan sebagainya, tentang hubungan internasional, bahkan tentang Ponari.
Hehehe...bocah cilik ini sudah menjadi sorotan massa sejak beberapa bulan lalu. Sepertinya semua udah tau sejarah ke-dukunan-nya seperti apa. Gak lupa juga tentang ribuan pasiennya yang setia berkunjung, bahkan tentang beberapa 'korban' yang meninggal karena berdesakan. Masya Allah….tragisnya.
Di beberapa media cetak dan elektronik gencar memberitakan tentang anak yang masih SD ini. Ada yang menjadikannya sorotan kepada Dinas Kesehatan, ada sorotan tentang 'kepercayaan', dll lah… Kita juga bisa menyoroti seperti apa, bebas, itulah opini publik.
Berkaitan dengan itu, kemarin ada Ustadz kajian yang juga menyoroti Ponari ini. Kebetulan tema kajiannya adalah Rukyah. Nyambung deh ma Si Ponari! :)
Masyarakat cepat sekali percaya dengan hal-hal seperti itu, ke dukun untuk berobat, untuk kaya, untuk cantik, untuk terpilih, dan macam-macam. Apalagi sekarang gampang dimodifikasi dengan istilah "orang pintar". Seperti ada yang pernah bilang : "Itu bukan dukun Rin, tapi orang pintar." Hmmm….wallahualam. Saya memang terlalu awam untuk memahami "orang pintar" seperti itu. Apa itu hanya permainan kata atau bagaimana, entahlah. Bukan bermaksud berburuk sangka pada siapa saja, tapi cuma usaha untuk wara' diri, astagfirullah…
Terlebih jika "orang pintar"nya itu mulai menerjemahkan sesuatu berdasarkan "penglihatan" gaibnya.Weleh…apa tuh yang dia lihat?? Hehehee.. :)
Hati-hati saja. Ini masalah yang rawan.
Saya juga beberapa kali terkecoh dengan kata-kata orang yang menjelaskan tentang "orang pintar" itu. Katanya : lho, dia bukan dukun! Dia pake ayat-ayat Qur'an kok. Dia cuma bantu carikan barang kita yang hilang, itu aja..
Lalu ditimpali oleh orang lainnya : hilang ya sudah hilang saja… kenapa harus tanya-tanya ke orang pintar segala? Artinya itu memang bukan rejeki kita. Toh apa yang bisa dilakukan orang itu? Kemungkinan besar kalo dia tau barang itu dimana, itu bantuan jin.
Demikian juga dengan Ponari. Ustadz berkomentar : kesalahan Ponari terletak pada orang tuanya. Kenapa begitu anaknya tersambar petir tidak diajarkan Doa Ketika Ada Petir? Bisa jadi pada saat itu jin masuk dan mulailah dia beraksi lewat batu itu. Wallahualam.
Yang jelas, praktek perdukunan itu memang menimbulkan efek ketagihan, gak mungkin cukup satu kali. Apalagi jika pasien sudah merasa benar terjadi manfaatnya. Pasti akan datang dan datang lagi untuk kesekian kalinya. Terjadilah ketergantungan yang sejak awal bisa dikategorikan syirik.
Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (QS. Al-Jin: 6)
Walaupun banyak juga yang berkilah: kita bukannya meminta "orang pintar" itu menyembuhkan kita! Tapi kita minta bantuan dia untuk 'diuruskan' kesembuhannya pada Allah.
Lhooo????? Kepala saya tiba-tiba berputar-putar (baca: puyeng) :?
Ini sama saja dengan logika penyembah berhala pada zaman Rasul.
Fiiiiiuuuh….susahnya menjelaskan. Bukan susah sie sebenarnya, cuma njelimet! Apalagi berhadapan dengan orang-orang yang pada dasarnya tidak berniat mencari kebenaran, tapi pembenaran. Tapi saya yakin, banyak orang diluar sana yang memang ikhlas berniat mencari tau hal yang benar, bukan membenar-benarkan kesalahannya yang dia sendiri tau bahwa itu salah. Keep spirit euy!! :D
La tahzan, innalaha ma'ana...
Intinya : berhati-hatilah kalo mau ke orang pintar. Bukan berarti semua orang pintar itu salah, bukan. Beberapa orang pintar yang saya contohkan di atas adalah contoh yang salah. Diperhatikan dulu, apakah dalam proses yang dia lakukan itu murni tauhidnya, benar aqidahnya, dan tidak mengandung unsur kesyirikan, monggo… Eit! Jangan lupa juga dengan niat kita. Jangan-jangan nanti orang pintarnya sudah benar, kitanya yang salah niat seperti kafir Quraisy dahulu. Hyaaaah…capek deh :p
Sekian opini singkat tentang Ponari dan kawan-kawannya. Semoga bermanfaat ya...buat saya sendiri khususnya, hehehe :)
Entah berita tentang suhu politik dan partai-partainya yang kian campur-baur, tentang curah hujan dan sebagainya, tentang hubungan internasional, bahkan tentang Ponari.
Hehehe...bocah cilik ini sudah menjadi sorotan massa sejak beberapa bulan lalu. Sepertinya semua udah tau sejarah ke-dukunan-nya seperti apa. Gak lupa juga tentang ribuan pasiennya yang setia berkunjung, bahkan tentang beberapa 'korban' yang meninggal karena berdesakan. Masya Allah….tragisnya.
Di beberapa media cetak dan elektronik gencar memberitakan tentang anak yang masih SD ini. Ada yang menjadikannya sorotan kepada Dinas Kesehatan, ada sorotan tentang 'kepercayaan', dll lah… Kita juga bisa menyoroti seperti apa, bebas, itulah opini publik.
Berkaitan dengan itu, kemarin ada Ustadz kajian yang juga menyoroti Ponari ini. Kebetulan tema kajiannya adalah Rukyah. Nyambung deh ma Si Ponari! :)
Masyarakat cepat sekali percaya dengan hal-hal seperti itu, ke dukun untuk berobat, untuk kaya, untuk cantik, untuk terpilih, dan macam-macam. Apalagi sekarang gampang dimodifikasi dengan istilah "orang pintar". Seperti ada yang pernah bilang : "Itu bukan dukun Rin, tapi orang pintar." Hmmm….wallahualam. Saya memang terlalu awam untuk memahami "orang pintar" seperti itu. Apa itu hanya permainan kata atau bagaimana, entahlah. Bukan bermaksud berburuk sangka pada siapa saja, tapi cuma usaha untuk wara' diri, astagfirullah…
Terlebih jika "orang pintar"nya itu mulai menerjemahkan sesuatu berdasarkan "penglihatan" gaibnya.Weleh…apa tuh yang dia lihat?? Hehehee.. :)
Hati-hati saja. Ini masalah yang rawan.
Saya juga beberapa kali terkecoh dengan kata-kata orang yang menjelaskan tentang "orang pintar" itu. Katanya : lho, dia bukan dukun! Dia pake ayat-ayat Qur'an kok. Dia cuma bantu carikan barang kita yang hilang, itu aja..
Lalu ditimpali oleh orang lainnya : hilang ya sudah hilang saja… kenapa harus tanya-tanya ke orang pintar segala? Artinya itu memang bukan rejeki kita. Toh apa yang bisa dilakukan orang itu? Kemungkinan besar kalo dia tau barang itu dimana, itu bantuan jin.
Demikian juga dengan Ponari. Ustadz berkomentar : kesalahan Ponari terletak pada orang tuanya. Kenapa begitu anaknya tersambar petir tidak diajarkan Doa Ketika Ada Petir? Bisa jadi pada saat itu jin masuk dan mulailah dia beraksi lewat batu itu. Wallahualam.
Yang jelas, praktek perdukunan itu memang menimbulkan efek ketagihan, gak mungkin cukup satu kali. Apalagi jika pasien sudah merasa benar terjadi manfaatnya. Pasti akan datang dan datang lagi untuk kesekian kalinya. Terjadilah ketergantungan yang sejak awal bisa dikategorikan syirik.
Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (QS. Al-Jin: 6)
Walaupun banyak juga yang berkilah: kita bukannya meminta "orang pintar" itu menyembuhkan kita! Tapi kita minta bantuan dia untuk 'diuruskan' kesembuhannya pada Allah.
Lhooo????? Kepala saya tiba-tiba berputar-putar (baca: puyeng) :?
Ini sama saja dengan logika penyembah berhala pada zaman Rasul.
Fiiiiiuuuh….susahnya menjelaskan. Bukan susah sie sebenarnya, cuma njelimet! Apalagi berhadapan dengan orang-orang yang pada dasarnya tidak berniat mencari kebenaran, tapi pembenaran. Tapi saya yakin, banyak orang diluar sana yang memang ikhlas berniat mencari tau hal yang benar, bukan membenar-benarkan kesalahannya yang dia sendiri tau bahwa itu salah. Keep spirit euy!! :D
La tahzan, innalaha ma'ana...
Intinya : berhati-hatilah kalo mau ke orang pintar. Bukan berarti semua orang pintar itu salah, bukan. Beberapa orang pintar yang saya contohkan di atas adalah contoh yang salah. Diperhatikan dulu, apakah dalam proses yang dia lakukan itu murni tauhidnya, benar aqidahnya, dan tidak mengandung unsur kesyirikan, monggo… Eit! Jangan lupa juga dengan niat kita. Jangan-jangan nanti orang pintarnya sudah benar, kitanya yang salah niat seperti kafir Quraisy dahulu. Hyaaaah…capek deh :p
Sekian opini singkat tentang Ponari dan kawan-kawannya. Semoga bermanfaat ya...buat saya sendiri khususnya, hehehe :)
Categories
Coretan Ringan
18 Februari 2009
Tragedi Si Black Frame
Aku mengenalnya sejak kelas 2 SMA, sekitar 4 tahun ini berarti.
Karena kulitnya agak hitam, akhirnya kita sebut saja si Black (Frame), yaah…nama kacamataku. :D
Tragedi ini sebenarnya terjadi berulang-ulang sejak dahulu. Si Black Frame sudah berapa kali tuh mengalami kecelakaan. Tapi tetap saja masih bisa terselamatkan.
Yang paling parah (tampaknya) adalah kemarin sore. Begini ceritanya :
Aku solat dan seperti biasa si Blacky tak taruh persis di depanku. Entah kenapa ada orang yang lewat tanpa sadar bahwa ada orang solat (huuwh!!! :@), dan dengan langkah pasti dia menginjak Blacky-ku! Masya Allah…..kaget euy! :o Untung masih tetap tenang and gak ngomel-ngomel.
Orang itu sadar dia menginjak sesuatu, dan segera memungutnya. Lalu sibuk bertanya ke orang-orang lain, "sapa sie yg taruh kacamata di sini??"
Hyyaaaah…gak liat apa aku berdiri tepat di depannya? :@
Gak lama aku baru memeriksa kondisi si Blacky…huhuhu…takutnya patah, lalu aku pake apa nanti?
Ternyata SAKTI, tidak patah. :z
Alhamdulillah….
Dulu pernah, bercanda dengan teman sampe bagian depan (baca: centelan) si Blacy patah dan harus nunggu berhari-hari buat benerinnya. Terus berapa kali jatuh dari meja. Kadang dimainin juga ma Daru di rumah. Untunglah, Blacky tipe pengertian, dia gak pernah rewel sampe sakarang, beda dengan temen-temen sesama pengguna yang kadang ganti tiap taun dgn alasan bermacam-macam. Paling si Blacky minta ganti lensa aja, tapi dirinya sendiri masih aman. Hehehe… :D
Balcky.Blacky. I Luv U. :k
NB : Hati-hati meletakkan kacamata anda! Banyak orang rabun berkeliaran tapi gak pake kacamata juga, hihihiiii...:D
Karena kulitnya agak hitam, akhirnya kita sebut saja si Black (Frame), yaah…nama kacamataku. :D
Tragedi ini sebenarnya terjadi berulang-ulang sejak dahulu. Si Black Frame sudah berapa kali tuh mengalami kecelakaan. Tapi tetap saja masih bisa terselamatkan.
Yang paling parah (tampaknya) adalah kemarin sore. Begini ceritanya :
Aku solat dan seperti biasa si Blacky tak taruh persis di depanku. Entah kenapa ada orang yang lewat tanpa sadar bahwa ada orang solat (huuwh!!! :@), dan dengan langkah pasti dia menginjak Blacky-ku! Masya Allah…..kaget euy! :o Untung masih tetap tenang and gak ngomel-ngomel.
Orang itu sadar dia menginjak sesuatu, dan segera memungutnya. Lalu sibuk bertanya ke orang-orang lain, "sapa sie yg taruh kacamata di sini??"
Hyyaaaah…gak liat apa aku berdiri tepat di depannya? :@
Gak lama aku baru memeriksa kondisi si Blacky…huhuhu…takutnya patah, lalu aku pake apa nanti?
Ternyata SAKTI, tidak patah. :z
Alhamdulillah….
Dulu pernah, bercanda dengan teman sampe bagian depan (baca: centelan) si Blacy patah dan harus nunggu berhari-hari buat benerinnya. Terus berapa kali jatuh dari meja. Kadang dimainin juga ma Daru di rumah. Untunglah, Blacky tipe pengertian, dia gak pernah rewel sampe sakarang, beda dengan temen-temen sesama pengguna yang kadang ganti tiap taun dgn alasan bermacam-macam. Paling si Blacky minta ganti lensa aja, tapi dirinya sendiri masih aman. Hehehe… :D
Balcky.Blacky. I Luv U. :k
NB : Hati-hati meletakkan kacamata anda! Banyak orang rabun berkeliaran tapi gak pake kacamata juga, hihihiiii...:D
Categories
Coretan Ringan
03 Februari 2009
Berani Lawan Aku?
"Jangan datang lagi!! Jangan telpon lagi!! Jangan sms!!"
Tut.Tut.Tut. Kutup saja telpon itu dengan marah-marah.
Sepertinya semua orang memang harus mengakui bahwa Rini is GALAK.
Hu.Hu.Hu ='(
Tanggapan yang membuatku tertohok: "Kamu itu keliatannya jutek ya..."
Sebenernya sie gak juga. Aku baik kok (cie.cie.cie). Cuma kadang (selalu) orang yang baru liat pasti komentarnya gitu. Bahkan ada yang cuma liat dari fotoku, langsung kasi pendapat "kamu ini keliatannya galak ya!".
Huhwh!! Apa gak liat senyum tulusku untuk mereka ketika berjumpa. Salah siapa gak berani nyapa? Ya aku diem aja…
Kan aneh juga kalo sepanjang jalan senyam-senyum terus. Percayalah…wajahku defaultnya ya gini : serius. Kalo gak disapa ya diem, kecuali kalo kenal, pasti disapa. Eit! Satu lagi…kalo liat. Coz kadang aku gak liat orang-orang kalo lagi jalan. Gini dikira sombong juga? Aneeeh.
Tapi, tragedi galak gak-nya itu emang wajar. Siapapun kalo lagi emosi ya pasti akan galak. Bahkan Dita juga pernah bilang "garaaang…macam kakakku!" (cuplikan Upin & Ipin). Yaah…udah berapa sering ya aku galak? Tapi kayaknya sekarang jauh berkurang dibading pas SMA.
Teman-teman sekelas pas SMA bisa menjadi saksi hidup seringnya aku marah pagi-pagi di kelas. Atau ketika terjadi 'perang saudara' antara aku dan salah seorang teman yang menyebalkannya nauzubillah! Kalo ada dia, dunia jadi neraka, hahahaha! Tapi, aku sayang mereka. Fiiiuuuh….emosi yang bersumbu pendek, gampang meledak.
Eit! Sekarang udah adem. Kenapa? Karena banyak sisi yang harus tampak, hehehee…
Cuma, kemarin 'sisi' defaultnya keluar lagi, gara-gara ada orang menyebalkan yang membuatku harus ngomel-ngomel sendiri (karena ketidakmampuan ngomel di depan orangnya langsung, hihihihiii...). Asli, bikin emosi saja orang itu! Mestinya orang kayak dia disepak saja. Huuhwh! Aku marah-marah, dia malah menanggapi dengan tertawa ringan, hiiyyaaaaa!!!!! Apa ada yang lucu dengan emosiku?
Dasar. Belum tau dia seperti apa aku 'perang' lawan preman pas SMP, hhiihihihi.
Iya, dulu cuma bermodal nekat aja. Gak kebayang kalo preman itu bener-bener ngelawan balik.
Ups! Kembali ke orang menyebalkan kemarin lusa. Dia tertawa. Disaat aku serasa ingin menenggelamkannya di samudra. Ya Allah….sebenernya kalo sempat aku ingin teriak saja : "Hey kamuuuuu!!! Berani lawan aku?"
Iya. Mulai sekarang kita perang saja. Terang-terangan. Face to face.
Aku tidak akan lari lagi, tidak akan menghindar.
Laki-perempuan sama saja. Emosi ya sudah, salah siapa cari perkara?
Emang sie, sebaiknya jalin silaturrahmi. Tapi…dengan orang seperti itu, apa bisa?
MasyaAllah…makan hati saja adanya.
NB : jangan ditiru, ini seperti KDRT (Kekerasan Dalam Rukun Teman).
Tut.Tut.Tut. Kutup saja telpon itu dengan marah-marah.
Sepertinya semua orang memang harus mengakui bahwa Rini is GALAK.
Hu.Hu.Hu ='(
Tanggapan yang membuatku tertohok: "Kamu itu keliatannya jutek ya..."
Sebenernya sie gak juga. Aku baik kok (cie.cie.cie). Cuma kadang (selalu) orang yang baru liat pasti komentarnya gitu. Bahkan ada yang cuma liat dari fotoku, langsung kasi pendapat "kamu ini keliatannya galak ya!".
Huhwh!! Apa gak liat senyum tulusku untuk mereka ketika berjumpa. Salah siapa gak berani nyapa? Ya aku diem aja…
Kan aneh juga kalo sepanjang jalan senyam-senyum terus. Percayalah…wajahku defaultnya ya gini : serius. Kalo gak disapa ya diem, kecuali kalo kenal, pasti disapa. Eit! Satu lagi…kalo liat. Coz kadang aku gak liat orang-orang kalo lagi jalan. Gini dikira sombong juga? Aneeeh.
Tapi, tragedi galak gak-nya itu emang wajar. Siapapun kalo lagi emosi ya pasti akan galak. Bahkan Dita juga pernah bilang "garaaang…macam kakakku!" (cuplikan Upin & Ipin). Yaah…udah berapa sering ya aku galak? Tapi kayaknya sekarang jauh berkurang dibading pas SMA.
Teman-teman sekelas pas SMA bisa menjadi saksi hidup seringnya aku marah pagi-pagi di kelas. Atau ketika terjadi 'perang saudara' antara aku dan salah seorang teman yang menyebalkannya nauzubillah! Kalo ada dia, dunia jadi neraka, hahahaha! Tapi, aku sayang mereka. Fiiiuuuh….emosi yang bersumbu pendek, gampang meledak.
Eit! Sekarang udah adem. Kenapa? Karena banyak sisi yang harus tampak, hehehee…
Cuma, kemarin 'sisi' defaultnya keluar lagi, gara-gara ada orang menyebalkan yang membuatku harus ngomel-ngomel sendiri (karena ketidakmampuan ngomel di depan orangnya langsung, hihihihiii...). Asli, bikin emosi saja orang itu! Mestinya orang kayak dia disepak saja. Huuhwh! Aku marah-marah, dia malah menanggapi dengan tertawa ringan, hiiyyaaaaa!!!!! Apa ada yang lucu dengan emosiku?
Dasar. Belum tau dia seperti apa aku 'perang' lawan preman pas SMP, hhiihihihi.
Iya, dulu cuma bermodal nekat aja. Gak kebayang kalo preman itu bener-bener ngelawan balik.
Ups! Kembali ke orang menyebalkan kemarin lusa. Dia tertawa. Disaat aku serasa ingin menenggelamkannya di samudra. Ya Allah….sebenernya kalo sempat aku ingin teriak saja : "Hey kamuuuuu!!! Berani lawan aku?"
Iya. Mulai sekarang kita perang saja. Terang-terangan. Face to face.
Aku tidak akan lari lagi, tidak akan menghindar.
Laki-perempuan sama saja. Emosi ya sudah, salah siapa cari perkara?
Emang sie, sebaiknya jalin silaturrahmi. Tapi…dengan orang seperti itu, apa bisa?
MasyaAllah…makan hati saja adanya.
NB : jangan ditiru, ini seperti KDRT (Kekerasan Dalam Rukun Teman).
Categories
Coretan Ringan
02 Februari 2009
Pikiran vs Makanan
R : "Bu, saya nasinya banyakan ya…"
R : "Bu, ini nasinya kurang, tambah dong!"
R : "Bu, saya lauknya ini, ini, sama ini ya."
A : "Rin, makanku gak habis..."
R : "Bawa sini, gak boleh dibuang…"
B : "Rin itu ada nasi padang 1 bungkus. Kamu habisin ya…"
R : "Tadi kalian udah?"
B : "Udah, 1 bungkus berdua, kenyang banget."
C : "Rin habisin ini…."
D : "Rin habisin itu..."
E : "Mbak Rini segini pasti kurang ya makannya?"
F : "Mbak Rini bubur semangkok pasti kurang nih..."
Makan dengan porsi jumbo seolah menjadi fenomena dalam keseharianku sekarang. Hehehe. Sebenarnya sudah lama sie, aslinya sejak dulu makanku memang banyak. Tapi lebih banyak lagi beberapa bulan terakhir ini. Porsiku di atas porsi normal cewek pada umumnya. Dan kadang itupun masih tambah lagi. Jadi inget dulu waktu KKI-1 d Newmont diajak makan di rumah temen bapak. Sama tuan rumahnya dihidangkan nasi 1 piring penuh. Itu sebenernya udah banyak sekali, tapi karena menghormati tuan rumah nasinya aku habiskan. Eh, malah tuan rumahnya seneng makanannya tak habiskan, piringku yang kosong ditambah lagi sampai penuh. Sudah bilang kenyang, tapi beliau gak peduli. Akhirnya aku makan lagi porsi kedua itu dengan santai tapi pasti, dan habis.
Tuan rumah lihat lagi, ditambah lagi sampai penuh. Ini porsi ketiga! MasyaAllah…
Sudah mohon-mohon biar gak ditambah karena aku dah kenyang banget, tapi beliau masih saja mengisi piringku dan ambil lauk lagi.
Meratapi piring yang penuh, tak makan saja dengan sedikit dihayati. Dan HABIS.
Yup! Itu rekor untuk hari itu. Aku makan 3 piring dalam sekejap.
Namun, yang jadi masalah adalah : makanku yang luar biasa itu gak pernah jadi lemak. Badanku makin kurus saja kata tetangga-tetangga. Dibandingkan waktu SMA dengan pipi yang tembem banget, aku masih punya berat yang standar. Sebandinglah dengan porsi makanku yang tak seberapa. Lalu sekarang, pada kemana semua yang dimakan???
Usut punya usut…banyak yang bilang itu lari ke pikiran, bukan ke tubuh.
Haaaa???Perasaan aku gak punya banyak pikiran deh. Cuma kadang emang sok sibuk, seolah mikir padahal ya lagi hampa.
Apa bisa seperti itu?
Sejauh ini aku sering dengar dan baca artikel tentang nutrisi makanan yang lari ke otak dan ke seluruh tubuh. Setelah masuk akan terserap berbentuk sari makanan. Seluruh organ tubuh akan mengambil bagiannya masing-masing. Sari makanan inilah yang menjadi bahan bakar penghasil energi melalui pembakaran dengan oksigen.. (Bu Emi, I MIZZ U, hehehee) .
Kalo orang makannya banyak tapi tidak pernah mengeluarkan energi tubuhnya juga (baca: jarang bergerak/olahraga), maka akan tertimbun jadi lemak. Gendut deh!
Kalo orang makannya sedikit tapi aktivitasnya banyak, bahaya niy! Kasian tubuhnya.
Nah, kalo yang makannya banyak, minumnya banyak, geraknya sedikit, mestinya kan gendut sedikitlah. Tapi kenyatanya tidak? Mungkin benar yang orang bilang bahwa itu lari ke pikiran. Artinya, otak mengambil sebagian besar nutrisi dari tubuh itu untuk digunakan berpikir. Intinya tubuh mengambil bagian yang normal atas makanan yang masuk, tapi selebihnya dikuasai otak.
Sebaiknya memang makanlah yang cukup dengan porsi pribadi. Metabolismenya sempurna. Tidak kurang, dan tidak lebih.
Mungkin orang di sekitarku yang melihat makanku akan berkata bahwa itu di luar normal. Bagi mereka sangat berlebih. Tapi tidak bagiku, itu cukup.
Lagipula Allah tidak suka dengan orang yang berlebih-lebihan.
So, jangan takut dengan makanan! Tapi jangan rakus juga…
Beda kan orang yang gak mau buang-buang makanan yang ada dengan orang yang menghabiskan apa saja padahal itu sudah di luar porsinya?
Rata-rata cewek sekarang menyiksa diri dengan diet mereka; porsi dikurangi. makan iya, gak makan gak apa-apa. minum obat pelangsing yang ujung-ujungnya lari ke sistem pencernaan.
Fiiiuuuh!! Merepotkan..
Padahal di luar sana banyak orang tidak mampu untuk sekedar makan satu kali sehari. Daripada beli obat untuk diet, mending gak usah makan sekalian, puasa, terus duit obatnya disedekahkan ke orang-orang yang belum makan. Selesai perkara. Bahkan, terlalu terobsesi pada hasil diet juga cenderung membuat berat badan jadi bertambah, gak tau kenapa. Ato pake caraku, makan dengan normal, tapi pikiran ditambah. Nanti bisa kurus deh…. Hehehe just a joke.
Kesimpulan dari tulisan gak jelas ini adalah :
1. Aku makannya cukup sesuai kebutuhanku.
2. Makananku berperang dengan pikiran. Walaupun aku juga gak tau pasti apa ya yang aku pikirkan? Hehehee (Jangan-jangan berpikir ttg bagaimana makan selanjutnya).
3. Gak perlu diet kalo mau kurus! Mikir aja. Mikir gimana caranya dapet libur agak panjang dari VEDC.
4. Jangan minum obat pelangsing! Bahaya. Bisa nguras kantong….
5. Jangan buang-buang makanan, mubadzir… Di luar sana banyak orang yang lebih tidak beruntung daripada Anda.
NB : sori kalo ada salah kata dlm istilah biologinya, coz udh lama gak buka buku paket Biologi SMA, hehehe.
R : "Bu, ini nasinya kurang, tambah dong!"
R : "Bu, saya lauknya ini, ini, sama ini ya."
A : "Rin, makanku gak habis..."
R : "Bawa sini, gak boleh dibuang…"
B : "Rin itu ada nasi padang 1 bungkus. Kamu habisin ya…"
R : "Tadi kalian udah?"
B : "Udah, 1 bungkus berdua, kenyang banget."
C : "Rin habisin ini…."
D : "Rin habisin itu..."
E : "Mbak Rini segini pasti kurang ya makannya?"
F : "Mbak Rini bubur semangkok pasti kurang nih..."
Makan dengan porsi jumbo seolah menjadi fenomena dalam keseharianku sekarang. Hehehe. Sebenarnya sudah lama sie, aslinya sejak dulu makanku memang banyak. Tapi lebih banyak lagi beberapa bulan terakhir ini. Porsiku di atas porsi normal cewek pada umumnya. Dan kadang itupun masih tambah lagi. Jadi inget dulu waktu KKI-1 d Newmont diajak makan di rumah temen bapak. Sama tuan rumahnya dihidangkan nasi 1 piring penuh. Itu sebenernya udah banyak sekali, tapi karena menghormati tuan rumah nasinya aku habiskan. Eh, malah tuan rumahnya seneng makanannya tak habiskan, piringku yang kosong ditambah lagi sampai penuh. Sudah bilang kenyang, tapi beliau gak peduli. Akhirnya aku makan lagi porsi kedua itu dengan santai tapi pasti, dan habis.
Tuan rumah lihat lagi, ditambah lagi sampai penuh. Ini porsi ketiga! MasyaAllah…
Sudah mohon-mohon biar gak ditambah karena aku dah kenyang banget, tapi beliau masih saja mengisi piringku dan ambil lauk lagi.
Meratapi piring yang penuh, tak makan saja dengan sedikit dihayati. Dan HABIS.
Yup! Itu rekor untuk hari itu. Aku makan 3 piring dalam sekejap.
Namun, yang jadi masalah adalah : makanku yang luar biasa itu gak pernah jadi lemak. Badanku makin kurus saja kata tetangga-tetangga. Dibandingkan waktu SMA dengan pipi yang tembem banget, aku masih punya berat yang standar. Sebandinglah dengan porsi makanku yang tak seberapa. Lalu sekarang, pada kemana semua yang dimakan???
Usut punya usut…banyak yang bilang itu lari ke pikiran, bukan ke tubuh.
Haaaa???Perasaan aku gak punya banyak pikiran deh. Cuma kadang emang sok sibuk, seolah mikir padahal ya lagi hampa.
Apa bisa seperti itu?
Sejauh ini aku sering dengar dan baca artikel tentang nutrisi makanan yang lari ke otak dan ke seluruh tubuh. Setelah masuk akan terserap berbentuk sari makanan. Seluruh organ tubuh akan mengambil bagiannya masing-masing. Sari makanan inilah yang menjadi bahan bakar penghasil energi melalui pembakaran dengan oksigen.. (Bu Emi, I MIZZ U, hehehee) .
Kalo orang makannya banyak tapi tidak pernah mengeluarkan energi tubuhnya juga (baca: jarang bergerak/olahraga), maka akan tertimbun jadi lemak. Gendut deh!
Kalo orang makannya sedikit tapi aktivitasnya banyak, bahaya niy! Kasian tubuhnya.
Nah, kalo yang makannya banyak, minumnya banyak, geraknya sedikit, mestinya kan gendut sedikitlah. Tapi kenyatanya tidak? Mungkin benar yang orang bilang bahwa itu lari ke pikiran. Artinya, otak mengambil sebagian besar nutrisi dari tubuh itu untuk digunakan berpikir. Intinya tubuh mengambil bagian yang normal atas makanan yang masuk, tapi selebihnya dikuasai otak.
Sebaiknya memang makanlah yang cukup dengan porsi pribadi. Metabolismenya sempurna. Tidak kurang, dan tidak lebih.
Mungkin orang di sekitarku yang melihat makanku akan berkata bahwa itu di luar normal. Bagi mereka sangat berlebih. Tapi tidak bagiku, itu cukup.
Lagipula Allah tidak suka dengan orang yang berlebih-lebihan.
So, jangan takut dengan makanan! Tapi jangan rakus juga…
Beda kan orang yang gak mau buang-buang makanan yang ada dengan orang yang menghabiskan apa saja padahal itu sudah di luar porsinya?
Rata-rata cewek sekarang menyiksa diri dengan diet mereka; porsi dikurangi. makan iya, gak makan gak apa-apa. minum obat pelangsing yang ujung-ujungnya lari ke sistem pencernaan.
Fiiiuuuh!! Merepotkan..
Padahal di luar sana banyak orang tidak mampu untuk sekedar makan satu kali sehari. Daripada beli obat untuk diet, mending gak usah makan sekalian, puasa, terus duit obatnya disedekahkan ke orang-orang yang belum makan. Selesai perkara. Bahkan, terlalu terobsesi pada hasil diet juga cenderung membuat berat badan jadi bertambah, gak tau kenapa. Ato pake caraku, makan dengan normal, tapi pikiran ditambah. Nanti bisa kurus deh…. Hehehe just a joke.
Kesimpulan dari tulisan gak jelas ini adalah :
1. Aku makannya cukup sesuai kebutuhanku.
2. Makananku berperang dengan pikiran. Walaupun aku juga gak tau pasti apa ya yang aku pikirkan? Hehehee (Jangan-jangan berpikir ttg bagaimana makan selanjutnya).
3. Gak perlu diet kalo mau kurus! Mikir aja. Mikir gimana caranya dapet libur agak panjang dari VEDC.
4. Jangan minum obat pelangsing! Bahaya. Bisa nguras kantong….
5. Jangan buang-buang makanan, mubadzir… Di luar sana banyak orang yang lebih tidak beruntung daripada Anda.
NB : sori kalo ada salah kata dlm istilah biologinya, coz udh lama gak buka buku paket Biologi SMA, hehehe.
Categories
Coretan Ringan
Langganan:
Postingan (Atom)

