02 Februari 2009

Pikiran vs Makanan

Diposting oleh Rini Andarstuti di 3:02:00 PM
R : "Bu, saya nasinya banyakan ya…"
R : "Bu, ini nasinya kurang, tambah dong!"
R : "Bu, saya lauknya ini, ini, sama ini ya."

A : "Rin, makanku gak habis..."
R : "Bawa sini, gak boleh dibuang…"

B : "Rin itu ada nasi padang 1 bungkus. Kamu habisin ya…"
R : "Tadi kalian udah?"
B : "Udah, 1 bungkus berdua, kenyang banget."

C : "Rin habisin ini…."
D : "Rin habisin itu..."
E : "Mbak Rini segini pasti kurang ya makannya?"
F : "Mbak Rini bubur semangkok pasti kurang nih..."



Makan dengan porsi jumbo seolah menjadi fenomena dalam keseharianku sekarang. Hehehe. Sebenarnya sudah lama sie, aslinya sejak dulu makanku memang banyak. Tapi lebih banyak lagi beberapa bulan terakhir ini. Porsiku di atas porsi normal cewek pada umumnya. Dan kadang itupun masih tambah lagi. Jadi inget dulu waktu KKI-1 d Newmont diajak makan di rumah temen bapak. Sama tuan rumahnya dihidangkan nasi 1 piring penuh. Itu sebenernya udah banyak sekali, tapi karena menghormati tuan rumah nasinya aku habiskan. Eh, malah tuan rumahnya seneng makanannya tak habiskan, piringku yang kosong ditambah lagi sampai penuh. Sudah bilang kenyang, tapi beliau gak peduli. Akhirnya aku makan lagi porsi kedua itu dengan santai tapi pasti, dan habis.
Tuan rumah lihat lagi, ditambah lagi sampai penuh. Ini porsi ketiga! MasyaAllah…
Sudah mohon-mohon biar gak ditambah karena aku dah kenyang banget, tapi beliau masih saja mengisi piringku dan ambil lauk lagi.
Meratapi piring yang penuh, tak makan saja dengan sedikit dihayati. Dan HABIS.
Yup! Itu rekor untuk hari itu. Aku makan 3 piring dalam sekejap.

Namun, yang jadi masalah adalah : makanku yang luar biasa itu gak pernah jadi lemak. Badanku makin kurus saja kata tetangga-tetangga. Dibandingkan waktu SMA dengan pipi yang tembem banget, aku masih punya berat yang standar. Sebandinglah dengan porsi makanku yang tak seberapa. Lalu sekarang, pada kemana semua yang dimakan???
Usut punya usut…banyak yang bilang itu lari ke pikiran, bukan ke tubuh.

Haaaa???Perasaan aku gak punya banyak pikiran deh. Cuma kadang emang sok sibuk, seolah mikir padahal ya lagi hampa.

Apa bisa seperti itu?
Sejauh ini aku sering dengar dan baca artikel tentang nutrisi makanan yang lari ke otak dan ke seluruh tubuh. Setelah masuk akan terserap berbentuk sari makanan. Seluruh organ tubuh akan mengambil bagiannya masing-masing. Sari makanan inilah yang menjadi bahan bakar penghasil energi melalui pembakaran dengan oksigen.. (Bu Emi, I MIZZ U, hehehee) .
Kalo orang makannya banyak tapi tidak pernah mengeluarkan energi tubuhnya juga (baca: jarang bergerak/olahraga), maka akan tertimbun jadi lemak. Gendut deh!
Kalo orang makannya sedikit tapi aktivitasnya banyak, bahaya niy! Kasian tubuhnya.
Nah, kalo yang makannya banyak, minumnya banyak, geraknya sedikit, mestinya kan gendut sedikitlah. Tapi kenyatanya tidak? Mungkin benar yang orang bilang bahwa itu lari ke pikiran. Artinya, otak mengambil sebagian besar nutrisi dari tubuh itu untuk digunakan berpikir. Intinya tubuh mengambil bagian yang normal atas makanan yang masuk, tapi selebihnya dikuasai otak.

Sebaiknya memang makanlah yang cukup dengan porsi pribadi. Metabolismenya sempurna. Tidak kurang, dan tidak lebih.

Mungkin orang di sekitarku yang melihat makanku akan berkata bahwa itu di luar normal. Bagi mereka sangat berlebih. Tapi tidak bagiku, itu cukup.
Lagipula Allah tidak suka dengan orang yang berlebih-lebihan.

So, jangan takut dengan makanan! Tapi jangan rakus juga…
Beda kan orang yang gak mau buang-buang makanan yang ada dengan orang yang menghabiskan apa saja padahal itu sudah di luar porsinya?
Rata-rata cewek sekarang menyiksa diri dengan diet mereka; porsi dikurangi. makan iya, gak makan gak apa-apa. minum obat pelangsing yang ujung-ujungnya lari ke sistem pencernaan.

Fiiiuuuh!! Merepotkan..
Padahal di luar sana banyak orang tidak mampu untuk sekedar makan satu kali sehari. Daripada beli obat untuk diet, mending gak usah makan sekalian, puasa, terus duit obatnya disedekahkan ke orang-orang yang belum makan. Selesai perkara. Bahkan, terlalu terobsesi pada hasil diet juga cenderung membuat berat badan jadi bertambah, gak tau kenapa. Ato pake caraku, makan dengan normal, tapi pikiran ditambah. Nanti bisa kurus deh…. Hehehe just a joke.

Kesimpulan dari tulisan gak jelas ini adalah :
1. Aku makannya cukup sesuai kebutuhanku.
2. Makananku berperang dengan pikiran. Walaupun aku juga gak tau pasti apa ya yang aku pikirkan? Hehehee (Jangan-jangan berpikir ttg bagaimana makan selanjutnya).
3. Gak perlu diet kalo mau kurus! Mikir aja. Mikir gimana caranya dapet libur agak panjang dari VEDC.
4. Jangan minum obat pelangsing! Bahaya. Bisa nguras kantong….
5. Jangan buang-buang makanan, mubadzir… Di luar sana banyak orang yang lebih tidak beruntung daripada Anda.

NB : sori kalo ada salah kata dlm istilah biologinya, coz udh lama gak buka buku paket Biologi SMA, hehehe.


1 komentar:

yoesuf a.k.a ucup on 05 Februari, 2009 17:29 mengatakan...

enyaaak banget yak kek kamu...
cukup dengan mikir...
ilang deh tu berat badannya...
keknya ga berlaku buat aku de...
:((

 

::Hanya usaha untuk membuat kenangan... Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez