18 Januari 2011

Aku Mengandung

Diposting oleh Rini Andarstuti di 6:45:00 PM 3 komentar Link ke posting ini
Jika aku mengandung nanti, aku berharap itu adalah bahagia atas sebuah berkah, yang bisa menjadikanku sedikit lebih dekat dengan pintu surga. Aku tau, aku bukan perempuan yang baik...tapi aku selalu berharap agar anakku kelak bisa menjadi anak-anak baik yang jauh lebih baik dari ibunya.

Harapan itu selalu ada...terlalu muluk mungkin untuk perempuan seperti aku.

Semoga dia tumbuh dalam kenyamanan hati dan ketenangan otak.
Akan kuberikan suasana terbaik dalam rahim sehingga tidak akan pernah ada beban hati baginya ketika lahir. Kuusahakan semua itu agar dia sehat. Bukankah seorang anak yang lahir pada akhirnya akan tumbuh sesuai suasana hati ibunya ketika mengandung?
Aku akan bahagia. Agar dia juga selalu bahagia.
Akan kuhilangkan kebiasaan berprasangka. Agar dia tulus.
Akan kujaga mulutku. Agar dia tidak suka menghina.
Akan kukendalikan amarahku. Agar dia tahu bagaimana itu sabar.
Akan kubesarkan dalam perut yang tidak pernah memakan makanan dari uang haram. Agar dia tidak jadi pencuri.

Jika dia lahir nanti....
Aku akan penuh cinta. Agar dia menjadi penyayang.
Akan kuhargai setiap detak jantungnya. Agar dia bisa menghormati orang tuanya.
Akan kuajarkan apa itu warna. Agar dia tahu bahwa seluruh warna itu juga akan meramaikan hidupnya kelak.
Akan kuberi tahu bahwa mengomel itu tidak baik, tapi terkadang ibu terlalu lelah mengerjakan segala hal setiap hari sehingga omelan itu keluar juga...tapi itu bukan berarti aku bosan. Tidak ada kata bosan untuk cinta.
Akan kuajarkan mengerti bahwa setiap orang itu berbeda, maka pandailah menempatkan diri pada posisi orang lain. Agar dia belajar toleransi.

Mungkin anakku nanti bukan anak sempurna...seandainya bisa memilih juga, mungkin dia tidak akan memilih lahir dari rahimku. Tapi...kapanpun itu, jika aku mengandung...akan kucintai dia sebagaimana Tuhan mencintai kami hingga Dia mau menitipkan sang bayi dalam rahimku.

Jika dia beranjak besar,
Kubiarkan dia memilih pendidikan yang dia inginkan. Agar dia belajar apa itu tanggung jawab.
Kuizinkan dia berpendapat. Agar dia percaya diri.
Kubiarkan dia bertengkar dengan temannya. Agar dia tidak cengeng.
Kujatah uangnya dengan hemat. Agar dia berpikir bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang lebih kita harus berusaha lebih.
Kusuruh dia merapikan kamarnya sendiri. Agar ketika besar dia tidak sombong memerintah orang lain.
Kusisiri rambutnya seusai mandi. Agar dia terlihat paling tampan.
Kucium dia setiap akan tidur...agar dia tahu bahwa aku sangat mencintainya....


Pada akhirnya...jika aku mengandung nanti, aku akan menjadi lebih cantik... :)

15 Januari 2011

Karena Wanita (Saya) Ingin Dimengerti

Diposting oleh Rini Andarstuti di 8:08:00 PM 2 komentar Link ke posting ini
"Kalau bulan bisa ngomong...dia jujur tak akan bohong..."
Wanita...fiiuuuh..begitu sulit mengungkapkan tentangnya... *versi aye*
Bahasa tubuh, mental, perasaan, perilaku dan segala macamnya rumit. Sebenernya gampang, jika dikomunikasikan, naaah..karena itulah saya ingin mengkomunikasikannya lewat tulisan ini.

Meibi, he will understand...hiikzzz.. *hope*

Saya heran, kenapa saya berada diantara lelaki-lelaki paling gak peka sedunia...bapak saya, adik lelaki saya, dan mungkin nanti suami saya...yaaah..sebelum ketambahan seorang lelaki gak peka lagi (calon suami aye), sebaiknya harus tau beberapa hal tentang wanita, karena saya juga seorang wanita (sebagai sample saja)....jadi sudut pandang cerita menggunakan kata "SAYA/AKU" supaya lebih enak nulisnya, hehehe...

1. Saya ingin sesekali (biasanya sering kali) didengarkan...karena mungkin banyak hal yang terjadi selama beberapa hari terakhir dan tidak ada seseorang yang dipercaya untuk mendengarkan, selain pasangan saya. Jadi cukup sediakan telingamu, dan dengarkan dengan baik keluh kesah...cerita bahagia saya, semuanya. Dan jika dibutuhkan berikan pendapat logis, karena terkadang saya butuh panutan.

2. Lalu yang paling sederhana, sms. Saya tau, ada beberapa tipe lelaki yang tidak suka meng-sms, mereka lebih suka menelepon. Entah karena sibuk, tidak suka basa-basi atau alasan lain. Jadi ketika istrinya meng-sms, pasti dijawab dengan telepon saja...tidak pernah ada sms panjang lebar yang berisi kata-kata cinta dan sebagainya...
W: "kenapa gak pernah bales sms-ku??"
L: "kan sudah tak telpon..."
Yang saya butuhkan adalah sms-mu, bukan telepon...asal anda tau, sebuah sms bisa mewakili puluhan jam telepon anda. Karena sms itu tersimpan, sedangkan telepon tidak. Wanita senang menyimpan sesuatu, bukan? Meibi terkesan lebai, tapi begitulah perempuan..senang melebaikan sesuatu. Anda sudah masuk dalam dunia wanita, jadi pahamilah kebutuhan-kebutuhannya dengan proporsional.


3. Saya butuh diperhatikan, ditanya kabarnya walaupun jawabannya sudah jelas "kabar baik", ditanya aktivitasnya walaupun itu tidak penting, ditanya sudah makan atau belum meskipun pertanyaanmu tidak akan mengubah apapun.
Tidak perlu terlalu romantis dengan buket bunga mewah, dompet mahal, perhiasan dan berbagai hadiah lainnya. Karena saya bisa mengerti sesuatu tanpa bunga, bisa membaca sedihmu tanpa diawali hadiah perhiasan.

4. Suami saya tidak harus seorang super-man yang bisa segalanya, jadilah dirimu sendiri...saya lebih suka seorang lelaki yang sejak awal mengatakan dia tidak bisa daripada memaksakan diri untuk bisa, yang pada akhirnya hanya menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tanpa hasil. Katakan tidak, dan saya akan mengerti tanpa meremehkanmu... :)

5. Saya sangat pencemburu. Hampir setiap wanita seperti itu. Jangankan dengan wanita lain, dengan suatu aktivitas saja yang menyita duniamu, saya bisa sangat cemburu. Tidak selalu ekspresi yang keluar berupa muka masam, rengekan, ngambekan dsb..kadang diam itu adalah puncak segala kecemburuan.


Hehehee..kayaknya udah dulu, di atas hanya coretan singkat,,,meibi kalo ada kesempatan, nulis lagi lanjutannya ye...insyaAllah ^^

*malem minggu kelabu*

12 Januari 2011

Lidah Mertua

Diposting oleh Rini Andarstuti di 9:04:00 PM 2 komentar Link ke posting ini
Jika tak ada kegiatan, saya biasanya browsing ngalur-ngidul di internet..entah kenapa kemarin ketika browsing dan mencari gambar bunga saya teringat kembali ketika beberapa waktu lalu tetangga saya datang ke rumah membawa sebuah tanaman hias berbentuk pedang. Pas saya tanya: "ini tanaman apa bu?" Katanya: "ini namanya lidah mertua". Hahahaha...geli sekali mendengarnya...apa lidah mertua (dalam makna sebenarnya) sebegitu terkenal ketajamannya sampai-sampai tanaman berbentuk pedang *menurut saya* inipun dinamai lidah mertua? atau dalam bahasa inggris sangat tersohor "mother in law tongue". Padahal nama latinnya keren boook.. Sanseviera laraunty.

Saya belum punya mertua, tapi saya sudah mendengar banyak cerita tentang tabiat mertua pada umumnya..terutama kepada menantu wanitanya, hehehe. Suka dukanya bervariasi memang, tapi entah mengapa kecenderungannya sama: super cerewet dan sering kontra dengan sang mantu. Dari kacamata saya, sebenarnya memang ada karakter-karakter orang yang tidak akan pernah cocok dengan orang lainnya...meskipun mereka sama-sama orang berkarakter baik.. "tidak semua orang baik cocok dengan orang baik lainnya", seperti kata Mario Teguh.


Meibi begitu juga dengan sang mantu yang sering cekcok dengan mertua tersebut...sama-sama orang baik, tapi karakter mereka tidak cocok...jadilah ada peristiwa salah-menyalahkan dalam setiap hal yang dilakukan. Sebenarnya, kalau itu adalah sesama teman..solusinya adalah dengan tidak terlalu akrab satu sama lain (solusi praktis ala Rini), tapi ini dengan mertua..apa harus saling menjauh? Memangkas keegoisan, itulah yang saya pikirkan. Mertua, dari cerita yang sering saya dengar, cenderung terlalu mengontrol anak lelakinya..sehingga jika sang anak memberi materi tidak sebanyak dulu atau bahkan tidak rutin, maka yang jadi sasaran tuduhan adalah sang mantu, dianggap pelit lah, segala macam. Begitu juga mantu,kalau suaminya tidak terlalu 'menurut' padanya, maka yang dituduh adalah mertua yang dianggap selalu mengatur anaknya.


Well, pada intinya sepertinya ini adalah perkara 'memperebutkan seorang lelaki' (sang anak mertua tadi). Hehehehe...Jadi mungkin, sebaiknya si mantu tidak mencap sejak awal bahwa "seluruh ibu mertua adalah saingan."

Hehehe..maaf jika dotoy..uraian di atas berdasarkan pengamatan pada sample orang-orang yang saya kenal...dan sebagian besar pasti ada kres walaupun dikit aja sie. Apalagi kalo rumahnya berdekatan, tambah seru aja deh nanti ketidak-cocokannya...memang benar "jauh di mata dekat di hati". Makanya kalo dekat di mata, akan jauh di hati, ahahaa..
Yaaah..sebagai calon mantu, saya selalu berharap dapat mertua yg baik hati..gak apa-apa cerewet kayak mami saya (udah biasa hidup dengan orang cerewet), asal gak usil aja, hihihihih...saya juga akan berusaha kok menjadi mantu yang baik hati dan tidak sombong.. ^^

Jadi untuk para ibu-ibu: pilihlah saya. *pede.com*

Intinya uraian kagak jelas ini timbul karena hasil browsing saya yang kagak jelas sehingga nongol gambar kembang berjudul: Lidah Mertua.

11 Januari 2011

Terkadang Statis itu Manis

Diposting oleh Rini Andarstuti di 9:27:00 PM 2 komentar Link ke posting ini

Anda suka perubahan? Dinamis?
Dalam hal apa?

Lalu bagaimana dengan statis?
Pernah mencobanya?

Saya tergolong orang yang fleksibel dalam hal-hal tertentu...namun kecenderungan statis. Karena ke-statis-an itulah saya betah untuk tidak mengganti nama-nama orang yang tersimpan di hape saya, sejak pertama kali saya mengenal orang tersebut sampai sekarang, meskipun hape ataupun nomer saya sudah berganti sekian kali...setiap detail huruf, tanda baca, huruf kapital bahkan spasi namanya pun tetap... :)
Karena setia itu indah, bagi saya. Statis sangat identik dengan setia.

Saya betah untuk mempertahankan sesuatu yang sangat saya sukai meskipun orang-orang tidak menyukainya, selama itu tidak salah...why not? Karena menurut saya, di sana lah seninya. Misal tentang mode pakaian, tentang selera dan cara makan, tentang karakter teman..semua itu cenderung statis dalam gaya saya.
Saya tidak terlalu khawatir dianggap norak atau kuper hanya karena saya bergaul dengan orang-orang itu saja, atau memakai sepatu yang begitu-begitu saja. Saya suka. Dan saya nyaman.

Terkadang orang bilang: "air yg statis akan menjadi busuk..beda halnya dengan air yg dinamis mengalir kemana saja."
Oke, itu benar...tapi dalam hal-hal tertentu...statis itu manis. Dinamis yg dimaksud di sana, menurut saya, adalah pola pikir, bukan tata cara. Pola pikir boleh berubah, tapi tata cara adalah identitas kita bukan? Selama itu tidak salah, silakan lanjutkan. Itu menurut saya.

Saya senang tampil beda dalam ke-statis-an saya. Itu adalah seni. Seni mempertahankan tujuan. Apalagi jika tujuan itu tidak mudah dipertahankan. Jika anda berhasil...itu hal yang akan sangat membahagiakan pada akhirnya..

-saya bisa survive meskipun dengan kestatisan saya-

03 Januari 2011

Yang Tak Putus

Diposting oleh Rini Andarstuti di 9:28:00 PM 0 komentar Link ke posting ini

Sudah lama blog ini kosong...hanya ada beberapa cerita lama yang mungkin sudah dilihat orang berulang kali dengan bosan.. :)

Yosh!! Inilah waktunya melanjutkan, karena saya ingin cerita ini tak akan pernah putus..agar setiap kejadian bisa diingat untuk diambil pelajaran darinya.

Beberapa hari lalu, saya berusia dua tiga...angka yang lumayan untuk disebut remaja lagi..hehehe. Banyak yang terjadi, tentu saja. Namun semuanya seolah berlalu selintas..rasanya baru kemarin saya dibawakan kue ulang tahun oleh teman-teman saya dengan ucapan "Selamat Hari Lahir yang ke-22!!" Rasanya baru kemarin saya menginjakkan kaki di Malang untuk pertama kalinya..ternyata sudah lebih dari 4 tahun yang lalu..rasanya baru kemarin saya memakai pakaian putih-abu..rasanya baru kemarin...

Tapi, saya benar-benar bersyukur..sekaligus berduka..bahwa saya masih diberi nyawa, meski di usia dua tiga belum ada hal-hal berarti yg saya perbuat untuk agama saya..tidak ada. Namun, saya tau..itu adalah perjuangan yang tak pernah putus. Walaupun sudah terjatuh entah berapa kali...saya masih rindu semuanya..masih rindu surga. Semoga Allah membantu saya dalam tiap usaha..bahkan usaha untuk melawan diri saya sendiri...

Pada akhirnya, semua tak akan pernah putus... :)
 

::Hanya usaha untuk membuat kenangan... Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez