12 Agustus 2011

Persiapan Membuat Website (part-3)

Diposting oleh Rini Andarstuti di 9:44:00 AM 2 komentar Link ke posting ini

Menyambung materi sebelumnya tentang persiapan membuat web, ketika sebuah web sudah ditentukan dengan jelas tujuan dan seluruh kompenennya, dalam artian sudah siap untuk dilaunching, maka yang paling utama adalah menentukan nama domain dan jasa sewa hosting yang akan anda gunakan.

Domain adalah sebuah nama unik yang digunakan sebagai alamat website anda di internet. Sebenarnya domain ini untuk mempermudah user dalam mengingat alamat sebuah web. Coba bayangkan jika harus menghafal angka-angka misalkan 202.134.0.155 dan kombinasi lainnya yang merupakan alamat dasar dari sebuah web, tentu sangat menyulitkan. Maka dari itulah domain berupa nama ringkas yang mendeskripsikan website tersebut.

Domain biasanya disewa pertahun, dengan tarif yang berbeda-beda tergantung akhiran yang digunakan. Umumnya akhiran yang digunakan untuk sebuah website komersil adalah .com, untuk web resmi pemerintah .go.id, untuk organisasi .org, dan untuk lembaga pendidikan resmi .ac.id.

Sedangkan hosting adalah tempat meletakkan file-file website pada sebuah server yang terhubung dengan internet. Biasanya disewa pertahun, per bulan dan per enam bulanatau disesuaikan.

Jika sebuah web memiliki tarif sewa domain pertahun Rp.100.000 lalu sewa hosting pertahun Rp 200.000, maka seorang pemilik web haus menyediakan Rp 300.000 pertahun untuk pembayaran tarif sewa. Pembayaran ini harus dibayar setiap tahun pada tanggal maksimal yang sudah disepakati bersama antara pemilik web dengan penyedia layanan hosting.

Dalam pemilihan domain sebaiknya disesuaikan dengan target pengunjung yang diharapkan dari Search Engine nantinya. Kemudian dalam pemilihan hosting sebaiknya dipikirkan untuk jangka panjangnya juga, bukan sekedar menyewa dengan harga murah dan kapasitas secukupnya namun ternyata tidak mampu menangani kebutuhan seluruh pengunjung website kita atau mungkin menyewa dengan kapasitas besar dan harga mahal namun ternyata sia-sia karena banyak space kosong yang tidak dimanfaatkan.

Sumber: dari berbagai sumber

Data, Informasi, dan Pengetahuan

Diposting oleh Rini Andarstuti di 9:38:00 AM 0 komentar Link ke posting ini
Data merupakan representasi fakta berupa teks, gambar, suara maupun video. Secara teknis data merupakan bentuk jamak dari bahasa latin “datum” yang berarti fakta. Namun bagaimanapun juga istilah data juga banyak digunakan untuk merepresentasikan hal tunggal. Fakta ditangkap, disimpan dan diekspresikan sebagai data.
Informasi merupakan data dalam konteks. Tanpa konteks data tidak berarti apa-apa. Kita membuat data menjadi berarti dengan menginterpretasikan konteks yang terdapat disekeliling data. Konteks tersebut mencakup hal-hal berikut :
1. Makna bisnis elemen data dan hal-hal yang berkaitan.
2. Format bagaimana data direpresentasikan.
3. Batasan waktu yang direpresentasikan oleh data.
4. Relevansi data terhadap penggunaannya.
Data merupakan bahan mentah informasi, seperti yang terlihat pada gambar berikut. Informasi yang dihasilkan membantu dalam pengambilan keputusan.



Istilah lainnya tentang data adalah meta-data. Meta-data merupakan data tentang data. Meta-data mencakup business data defenitions, membantu menetapkan konteks data, sehingga pengelolaan meta-data secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan kualitas data. Pengelolaan aset informasi mencakup pengelolaan data dan meta-dataInformasi berkontribusi terhadap pengetahuan. Pengetahuan merupakan pemahaman, kesadaran, pengenalan tentang situasi dan kebiasaan dengan kompleksitasnya. Pengetahuan merupakan informasi dalam perspektif, diitegrasikan kedalam sudut pandang berdasarkan pengenalan dan interpretasi terhadap pola tertentu.

Seperti halnya data dan informasi, pengetahuan juga merupakan sumberdaya perusahaan. Pengelolaan pengetahuan (knowledge management) merupakan salah satu disiplin ilmu yang membantu perkembangan pembelajaran organisasi dan manajemen modal intelektual sebagai sumberdaya perusahaan. Pengelolaan pengetahuan dan pengelolaan data sangat tergantung dari kualitas data dan informasi. Kualitas data dan informasi diukur dari aspek ketersediaan, relevansi, kelengkapan, akurasi, konsistensi, tepat waktu, memiliki kegunaan, memiliki arti dan dapat dipahami.

02 Agustus 2011

Search Engine

Diposting oleh Rini Andarstuti di 10:28:00 AM 1 komentar Link ke posting ini

A. Pengertian Search Engine
Search Engine adalah suatu portal website yang menyediakan informasi pencarian data-data yang dibutuhkan pengunjung internet. Untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan, pengunjung internet masuk ke situs tersebut dan melakukan pencarian. Website search engine yang terkenal adalah Google dan Yahoo.

Cara kerja search engine pertama-tama mencopy paste semua halaman website yang ada di dunia. Setelah data tersebut masuk kemudian diolah dengan algoritmanya sendiri. Saat pengunjung mencari data yang dibutuhkan, dengan algoritmanya dia menampilkan data sesuai yang dimasukkan pengunjung.

Search Engine akan berusaha mungkin menampilkan data yang paling relevan dengan yang diinginkan pengunjung. Berbagai kemungkinan data yang akan ditampilkan, dan search engine punya banyak pertimbangan yang dituangkan dalam algoritmanya.

Algoritma ini terus berkembang karena perkembangan teknologi yang ada di samping banyak website yang berusaha agar website dia muncul di halaman pertama hasil pencarian.

Umumnya, struktur dasar sebuah mesin pencari adalah sebagai berikut.
1. kotak teks pencarian digunakan sebagai tempat untuk memasukan kata kunci yang akan dijadikan sebagai acuan pencarian
2. tombol pencarian utuk menjalankan perintah pencarian.
Informasi di internet setiap saat akan terus berubah dan bertambah. Oleh karena itu sebuah mesin pencari harus terus memperbaharui database yang dimilikinya. Untuk melakukan hal ini mesin pencari dilengkapi sebuah program yang berjalan seperti robot. Disebut robot karena dia dapat bekerja sendiri tanpa harus dijalankan atau diperintahkan terlebih dahulu.program tersebut disebut dengan spider, bot, atau crawler. Setiap selang waktu tertentu, program “robot”tersebut akan menjelajahi intrnet, membaca dokumen-dokumen yang ada di internet, meringkasnya, dan kemiudia menyimpan di database dengan menggunakan system pengindex-an.

Ada beberapa kriteria yang bisa digunakan untuk menentukan sebuah mesin pencari yang bagus dan handal, yaitu :
1. mempunyai database yang besar dan sering diperbaharui.
2. tidak memiliki spam dan memberikan hasil pencarian yang relevan.
3. mempunyai kecerdasan buatan yang baik, sehigga mengerti dan dapat memperkirakan apa yang dicari oleh penggunanya.
Selain itu kita perlu mengetahui cara kerja mesin pencari yang digunakan, sehingga kita bisa mengeksploitasi kelebihan mesin pencari tersebut.

B. Sejarah Perkembangan Search Engine
Perkembangan search engine berawal dari diciptakannya perangkat lunak yang bernama Archie oleh Alan Emtage, seorang mahasiswa dari Universitas McGill, Montreal, Kanada, pada tahun 1990. Perangkat lunak Archie mampu mengindex file-file terdapat pada FTP server publik. Ini merupakan aplikasi pertama yang digunakan untuk mencari informasi di internet, sehingga Archie dinobatkan sebagai nenek moyang dari search engine.

Search engine berikutnya adalah Veronica (Very Easy Rodent-Oriented Net-wide Index to Computerized Archives) dan Jughead (Jonzy's Universal Gopher Hierarchy Excavation And Display), yang mampu mengindex halaman-halaman plain text yang terdapat pada server gopher.
World Wide Web Wanderer merupakan aplikasi search engine pertama yang menggunakan teknologi robot dalam melakukan proses indeks halaman-halaman web yang terdapat pada web server. Aplikasi ini dirintis oleh Matthew Gray, seorang mahasiswa dari MIT, namun sayang, aplikasi ini menimbulkan kontroversi, karena akibat dari kinerja robot ini menghabiskan bandwith yang sangat besar.
Berikutnya, pada tahun 1993, Martijn Koster membuat ALIWEB (Archie-Like Indexing of the Web). ALIWEB mengizinkan pengguna internet untuk men-submit halaman webnya untuk di indeks dengan teknologi kumpulan meta-data
Aplikasi-aplikasi diataslah yang menginspirasi lahirnya teknologi-teknologi search engine yang baru, mulai dari munculnya website search engine webcrawler, yahoo, lycos, altavista, excite, hotbot, alltheweb, google, baidu dan banyak lagi yang lainnya.

sumber: wikipedia Indonesia
www.urangbanua.com

Pengenalan Teknologi Nirkabel

Diposting oleh Rini Andarstuti di 9:56:00 AM 1 komentar Link ke posting ini
A. Pengertian Teknologi Nirkabel
Nirkabel atau lebih sering dikenal dengan istilah wireless, adalah teknologi yang menghubungkan dua piranti untuk bertukar data tanpa media kabel. Data dipertukarkan melalui media gelombang cahaya tertentu (seperti teknologi infra merah pada remote TV) atau gelombang radio (seperti bluetooth pada komputer dan ponsel)dengan frekuensi tertentu.

Teknologi jaringan nirkabel sebenarnya terbentang luas mulai dari komunikasi suara sampai dengan jaringan data, yang mana membolehkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel pada suatu jarak tertentu. Ini termasuk teknologi infrared, frekuensi radio dan lain sebagainya. Peranti yang umumnya digunakan untuk jaringan nirkabel termasuk di dalamnya adalah komputer, komputer genggam, PDA, telepon seluler, tablet PC dan lain sebagainya.

Kelebihan teknologi ini adalah mengeliminasi penggunaan kabel, yang bisa cukup menganggu secara estetika, dan juga kerumitan instalasi untuk menghubungkan lebih dari 2 piranti bersamaan. Misalnya: untuk menghubungkan sebuah 1 komputer server dengan 100 komputer client, dibutuhkan minimal 100 buah kabel, dengan panjang bervariasi sesuai jarak komputer klien dari server. Jika kabel-kabel ini tidak melalui jalur khusus yang ditutupi (seperti cable tray atau conduit), hal ini dapat mengganggu pemandangan mata atau interior suatu bangunan. Pemandangan tidak sedap ini tidak ditemui pada hubungan antar piranti berteknologi nirkabel.

Jika dirincikan, secara umum kelebihan dari teknologi nirkabel /wireless ini antara lain:
1. Mobility: Sistem wireless LAN bisa menyediakan user dengan informasi access yang real-time, dimana saja dalam suatu organisasi. Mobilitas semacam ini sangat mendukung produktivitas dan peningkatan kualitas pelayanan apabila dibandingkan dengan jaringan kabel.
2. Installation Speed and Simplicity: Instalasi sistem wireless LAN bisa cepat dan sangat mudah dan bisa mengeliminasi kebutuhan penarikan kabel yang melalui atap atau pun tembok.
3. Installation Flexibility: Teknologi wireless memungkinkan suatu jaringan untuk bisa mencapai tempat-tempat yang tidak dapat dicapai dengan jaringan kabel.
4. Reduced Cost-of-Ownership: Meskipun investasi awal yang dibutuhkan oleh wireless LAN untuk membeli perangkat hardware bisa lebih tinggi daripada biaya yang dibutuhkan oleh perangkat wired LAN hardware, namun bila diperhitungkan secara keseluruhan, instalasi dan life-cycle costnya, maka secara signifikan lebih murah. Dan bila digunakan dalam lingkungan kerja yang dinamis yang sangat membutuhkan seringnya pergerakan dan perubahan yang sering maka keuntungan jangka panjangnya pada suatu wireess LAN akan jauh lebih besar bila dibandingkan dengan wired LAN.
5. Scalability: Sistem wireless LAN bisa dikonfigurasikan dalam berbagai macam topologi untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang beragam. Konfigurasi dapat dengan mudah diubah Mulai dari jaringan peer-to-peer yang sesuai untuk jumlah pengguna yang kecil sampai ke full infrastructure network yang mampu melayani ribuan user dan memungkinkan roaming dalam area yang luas.

Kekurangan teknologi ini adalah kemungkinan interferensi terhadap sesama hubungan nirkabel pada piranti lainnya.

Tipe dari Jaringan Nirkabel ini antara lain:
1. Wireless Wide Area Networks (WWANs)
Teknologi WWAN memungkinkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel melalui jaringan publik maupun privat. Koneksi ini dapat dibuat mencakup suatu daerah yang sangat luas, seperti kota atau negara, melalui penggunaan beberapa antena atau juga sistem satelit yang diselenggarakan oleh penyelenggara jasa telekomunikasinya.

2.Wireless Metropolitan Area Networks (WMANs)
Teknologi WMAN memungkinkan pengguna untuk membuat koneksi nirkabel antara beberapa lokasi di dalam suatu area metropolitan (contohnya, antara gedung yang berbeda-beda dalam suatu kota atau pada kampus universitas), dan ini bisa dicapai tanpa biaya fiber optic atau kabel tembaga yang terkadang sangat mahal.

3. Wireless Local Area Networks (WLANs)
Teknologi WLAN membolehkan pengguna untuk membangun jaringan nirkabel dalam suatu area yang sifatnya lokal (contohnya, dalam lingkungan gedung kantor, gedung kampus atau pada area publik, seperti bandara atau kafe). WLAN dapat digunakan pada kantor sementara atau yang mana instalasi kabel permanen tidak diperbolehkan.

4.Wireless Personal Area Networks (WPANs)
Teknologi WPAN membolehkan pengguna untuk membangun suatu jaringan nirkabel (ad hoc) bagi peranti sederhana, seperti PDA, telepon seluler atau laptop. Ini bisa digunakan dalam ruang operasi personal (personal operating space atau POS). Sebuah POS adalah suatu ruang yang ada disekitar orang, dan bisa mencapai jarak sekitar 10 meter.

B. Keamanan Nirkabel / Wireless
Jaringan WLAN menggunakan media komunikasi berupa gelombang elektromagnetik yang tidak dibatasi ruang tetapi hanya dibatasi oleh daya pancar gelombang elektromagnetik tersebut. Dalam hal ini klien mempunyai kebebasan dalam menangkap isyarat data di sembarang tempat yang dapat dijangkau gelombang tersebut. Tidak seperti pada jaringan kabel yang mana hanya klien yang dihubungkan dengan kabel yang dapat mengakses jaringan, pada jaringan WLAN, klien dapat mengakses jaringan hanya dengan memasang kartu WLAN. Untuk menghindari akses jaringan WLAN terhadap klien yang tidak berhak, pada jaringan WLAN perlu pengamanan tertentu. Jaringan WLAN memerlukan suatu teknik pengamanan dalam berkomunikasi. Ada tiga metode keamanan yang diterapkan dalam jaringan WLAN sebagai berikut :
1. (Wired Equivalent Privacy). Metode ini dimaksudkan untuk menghentikan intersepsi isyarat gelombang elektromagnetik oleh user yang tidak berhak. Metode ini dilakukan dengan cara memberi semua klien dan access point dengan kunci enkripsi dan dekripsi yang sama. WEP didasarkan pada algoritma enkripsi RC4 dari RSA Data Systems.
2. SSID (Service Set Identifier). Metode ini dilakukan dengan cara memberi suatu SSID yang berlaku sebagai password sederhana yang memungkinkan suatu jaringan WLAN dipisahkan dalam beberapa net¬work yang berbeda. Pengenal ini diprogram dalam access point, sehingga semua klien yang akan mengakses jaringan ini harus dikonfigurasi menggunakan pengenal SSID yang sesuai.
3. Filter Alamat MAC (Media Access Control). Metode ini digunakan untuk membatasi akses pada jaringan WLAN menggunakan daftar alamat MAC pada klien. Alamat MAC ini dimasukkan dalam access point sedemikian, sehingga hanya klien yang punya alamat MAC yang terdaftar saja yang dapat mengakses jaringan WLAN.
Jaringan WLAN menggunakan standar IEEE 802.11 yang mempunyai beberapa jenis, yaitu:


C. Kerja Teknologi Nirkabel / Wireless

Wireless LAN menggunakan electromagnetic airwaves (radio atau infrared) untuk menukarkan informasi dari satu titik ke titik lainnya tanpa harus tergantung pada sambungan secara fisik. Gelombang radio biasa digunakan sebagai pembawa karena dapat dengan mudah mengirimkan daya ke penerima. Data ditransmikan dengan cara ditumpangkan pada gelombang pembawa sehingga bisa diextract pada ujung penerima. Data ini umumnya digunakan sebagai pemodulasi dari pembawa oleh sinyal informasi yang sedang ditransmisikan. Begitu datanya sudah dimodulasikan pada gelombag radio pembawa, sinyal radio akan menduduki lebih dari satu frekuensi, hal ini terjadi karena frekuensi atau bit rate dari informasi yang memodulasi ditambahkan pada sinyal carrier.

Multiple radio carrier bisa ada dalam suatu ruang dalam waktu yang bersamaan tanpa terjadi interferensi satu sama lain jika gelombang radio yang ditransmisikan berbeda frekuensinya. Untuk mengextract data, radio penerimanya diatur dalam satu frekuensi dan menolak frekuensi-frekuensi lain. Pada konfigurasi wireless LAN tertentu, transmitter/receiver (transceiver) device, biasa disebut access point, terhubung pada jaringan kabel dari lokasi yang fixed menggunakan kabel standard. Sebuah access point bisa mensupport sejumlah group kecil dari user dan bisa dipakai dalam jarak beberapa puluh meter. Access point biasanya diletakkan pada tempat yang tinggi tapi dapat juga diletakkan dimana saja untuk mendapatkan cakupan yang dikehendaki. End user access wireless LAN menggunakan wireless-LAN adapters, biasa terdapat pada PC card pada notebook atau palmtop computer, atau sebagai card dalam desktop computer, atau terintegrasi dalam hand-held komputer.

sumber: Wikipedia Indonesia
http://my.opera.com/winaldi/blog/
http://comzie.blogspot.com

 

::Hanya usaha untuk membuat kenangan... Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez